Senin, 18 Februari 2019

Cerpen



  Hallo, teman-teman apa kabar? semoga baik-baik saja terutama untuk hati yang sedang dilanda kegelisahan, entah karena cinta atau untuk masa depan.

Selamat membaca:)



                              Rain dan Raina


                                                    
            Tak datang diharapkan, datang tak diindahkan. Itulah hujan, tapi bagiku hujan adalah suatu anugerah tuhan, dia selalu datang meski telah jatuh berkali-kali. perkenalkan namaku raina tapi aku lebih senang dipanggil rain dan  karena ibuku juga yang memberikan nama panggilan itu, sebab dia menginginkan diriku menjadi wanita tegar dan selalu mendatangkan kebahagiaan kepada siapapun meski kedatangnya tak selalu dihargai. 
   Derasnya hujan membasahi sebagian alam, membuat suasana dipagi hari menjadi semakin segar, udaranya pun sangat dingin sehingga membuatku malas untuk beranjak dari tempat tidur. 
"rain cepat bangun, kau harus segera bersiap siap untuk pergi sekolah "
" baiklah bu" akupun segera beranjak untuk segera bersiap-siap pergi sekolah,  selesai itu aku segera turun menghampiri ibu
"wah wanginya masakan ibu, hari ini ibu masak apa untuk sarapanku? " dengan penuh kegembiraan pada raut wajahnya
" ibu hanya masak masakan kesukaanmu saja, " sambil tersenyum kepada rain
" wah, pokoknya masakan ibu paling enak sedunia menurutku" tersenyum manis kepada ibu,  selesai sarapan akupun segera berangkat menuju sekolah, karena cuaca dan keadaan saat itu hujan, aku diantar ayahku dengan mobil. Aku begitu amat senang mempunyai keluarga kecil yang begitu menyayangiku. 
 Sesampainya di sekolah 
"baiklah anak anak kalian akan mempunyai teman baru, perkenalkan dirimu "ibu ika wali kelas kami tiba tiba membawa seorang murid lelaki dengan tubuh yang tinggi dan berkulit putih, dia pun memperkenalkan dirinya
" hai teman-teman namaku alex, aku pindahan dari bandung,  salam kenal" dengan raut wajah yang tampak sangat datar tanpa ekspresi sedikitpun.  Alex si murid baru, dia berpindah dari kota ke desa karena harus ada sesuatu hal. 
 "baiklah alex kau boleh duduk samping raina" sahut ibu guru
alex berjalan menuju kursi dimana ia akan duduk bersama raina teman barunya itu.
" hai perkenalkan namaku raina (dengan wajah tersemyum sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman) "
" senang berkenalan denganmu raina, namaku alex" gumam alex
" ada apa denganmu? Apa kamu baik baik saja? Sepertinya kau nampak sedih, apakah kamu tidak senang berpindah kesini? " tanya raina kepada alex
Akan tetapi hal itu tidak dihiraukan alex, ia hanya melirik sejenak setelah itu dia segera memalingkan kembali wajahnya, pikir raina alex si murid baru akan nampak sombong karena ia pindahan dari kota. 
Ketika bel pulangpun berdering, seluruh siswa-siswi dengan girang segera beranjak pulang
"oh iya alex rumahmu dimana "
" rumahku dekat koperasi desa"
"wah kebetulan, rumahku juga dekat situ,  kita bisa pulang bareng kalau begitu"
"oh iya bisa saja" sahut alex
Ketika perjalanan pulang alex hanya diam membisu dia tak mengeluarkan kata sedikit pun, wajahnya pun begitu sedih, aku semakin tak sabar dengan sikap acuh  tak acuhnya. 
"oh iya apa sudah lama kamu berpindah kesini? Ngomong-ngomong apa kamu suka baca buku? "Tanyaku
" BERISIK! apa kamu bisa diam? " lontaran kata yang alex berikan kepada raina karena merasa risih dengan segala pertanyaan yang tak penting menurut alex, " lebih baik kamu pergi pulang duluan saja aku ingin sendiri"  kata kata itu seolah mengisyaratkan raina untuk meninggalkan alex. 
"baiklah, aku hanya ingin lebih dekat denganmu saja, tapi seharusnya kau tak perlu berkata kasar padaku seperti itu, kedua orangtuaku saja bahkan tidak pernah berkata seperti itu padaku, akupun segera melangkahkan kaki lebih cepat darinya dan meninggalkannya, sebenarnya rasa kesal tampak terlihat dari raut wajah raina.
  
     Sesampainya dirumah aku menceritakan kejadian itu kepada ibu dan ayah, anehnya kedua orangtuaku malah mentertawaiku
"kenapa ibu dan ayah tertawa? Aku sedang kesal, tapi ibu dan ayah malah mentertawaiku, apakah ini lelucon? "pikirku aneh apa yang sebenarnya membuat ibu dan ayah tertawa seperti itu
" lagian kamu jadi cewek terlalu banyak nanya, mungkin dia ilfiel sama kamu, seharusnya teman baru kamu ajak sharing saja terlebih dahulu bukanya banyak tanya seperti wartawan saja" sahut ibu sambil tertawa

"bagaimana aku akan mengajaknya sharing, menjawab pertanyaanku saja seperti nya dia enggan, sungguh menyebalkan murid baru yang satu itu"
"tak baik bersikap seperti itu, baiknya kamu meminta maaf kepada alex teman barumu itu" sahut ibu menasehatiku
Keesokan harinya saat disekolah aku berniat meminta maaf kepada alex atas apa yang telah dibuatnya kemarin kepadanya mungkin hal itu mengganggu dirinya, tetapi hari ini alex tidak masuk sekolah dan tidak memberi surat keterangan, hal ini membuat raina heran. 
      Sudah seminggu alex tidak masuk sekolah. Hari ini aku berencana pergi ketoko buku untuk mencari sebuah novel, untuk ku jadikan kado untuk temanku, selesai mencari buku dan aku akan membayarnya seketika didepanku berdiri seorang lelaki bertubuh tinggi dan berkulit putih, saat pria tersebut membalikkan wajahnya
"alex? Mataku melebar dan mulutku menganga karena terkejut 
"kamu ko bisa disini? Kamu senang membaca buku ya? 
"iya"
Aku tak bisa menahan senyumku. Selama ini dia tidak pernah menjawab pertanyaanku, meskipun sangat singkat, aku senang setidaknya dia menjawab pertanyaanku
"kamu sendirian kesini? "
" iya begitu seperti yang kau lihat"
Setelah membayarnya, mereka berdua segera pergi keluar 
"ada apa denganmu alex? Kau sudah seminggu ini tak masuk sekolah dan tak memberi kabar, apa kamu sakit? 
Alex hanya tersenyum manis kali ini kepada rain, rain yang menyadari hal itu begitu aneh. 

      Keesokan harinya saat pulang sekolah, hujan begitu deras, raina yang menyukai hujan dia pulang tanpa menghiraukan hujan yang begitu lebat, saat diperjalanan dia melihat alex yang sedang berteduh dibawah pohon. Rianapun menghampiri alex
"hai alex, kau sedang berteduh ya?  Sapaku saat berada disamping alex. Alex hanya menoleh sebentar, aku menatap langit yang sedang menurunkan bulir bulir bening. 
"aku suka sekali hujan" aku tau meski kau tak akan menjawab pertanyaanku, pasti kamu mendengar ucapanku. 
"kamu tau kenapa aku suka suka hujan? Aku melirik kepada alex
"karena saat hujan aku dilahirkan, karena saat hujan makhluk dibumi mendapatkan kebahagiaan, dan saat hujan.... 
"AKU BENCI HUJAN! bantah alex saat raina mengutarakan tentang hal yang disukai ketika hujan datang 
"hah! Kenapa? 
"aku benci saja"
"tak boleh seperti itu hujan membawa kebahagian bagi setiap orang, dan setelah hujan berhenti masalah dan penderitaan akan hilang,dan  setelah hujan akan muncul pelangi yang begitu indah"
"sebaiknya kamu gak boleh membenci hujan"
"jangan sok tau, kamu jangan berlagak tau segalanya kamu gak tau apa artinya penderitaan, kamu hanya anak beruntung yang tak tau apa apa" sahut alex
"aku tak mengerti apa yang dia katakan "sahut riana
" saat hujan orang tuaku bertengkar, saat hujan aku kabur, saat hujan pula kedua orangtuaku kecelakan, saat hujan pula.....  Seketika alex memejamkan matanya yang berlinang air mata dan menahan nafas
"aku paham sekarang"
"sudahlah kamu tidak akan mengerti perasaanku," seketika itu alex berlari pergi meninggalkanku saat aku dalam keadaan lamunanku
Saat aku tersadar, aku melihat sebuah mobil dengan laju kecang menuju kearah alex. 
akupun segara berlari dan mendorong lelaki itu "ALEX" teriaku
Saat itu hujan semakin deras, cairan merah mengalir bercampur dengan derasnya air hujan, orang orang disekitar jalan datang menghampiri memberi pertolongan. 
"RAIN,  aku tersadar seketika aku menyipitkan mataku, seluruh tubuh yang kurasa begitu sangat sakit, penglihatan ku semakin kabur, saat kulihat alex sedang menggenggam tanganku. 
"Alex"sahutku
"kenapa kamu harus menolongku? Mengapa kamu tak membiarkan aku saja" ucapnya 
"sudah kubilang hujan tidak membawa kebahagiaan! Suaranya dengan nada tinggi. 
"saat hujan aku dilahirkan, saat hujan semua makhluk dibumi mendapatkan kebahagiaan, saat hujan aku bisa bertemu denganmu, saat hujan aku bisa menyelamatkanmu,  jadi kamu gak boleh membenci hujan, jika kamu membenci hujan berarti dirimu membenci aku, karena aku adalah rain,  dalam artian aku adalah hujan" ucapku dengan nada terengap-engap
Pandangan mataku sudah mulai menggelap, hal terakhir yang kedenger adalah
"baiklah aku takakan membenci hujan lagi, tapi satu hal kamu harus tetap bertahan rain"
"maaf, tapi aku tak akan bertemu denganmu lagi alex, selamat tinggal" dan rianapun memejamkan kedua matanya. 






36 komentar:

  1. Wahh keren ceritanya, ga bikin bosen bikin penasaran kalau ada kelanjutan ceritanya :) sukses teruss intan !

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih teteh cantik hehe, insya allah nanti dikembangkan kembali ceritanya:)

      Hapus
  2. Waahh bagus tan ceritanya👍 kmbangkan trus😚

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahh syapp makasih ya, ayo dong nyusul mbanya hehe

      Hapus
  3. Waahh bagus tan ceritanya👍 kmbangkan trus😚

    BalasHapus
  4. Gakuku ganana cerita yaa✨
    Ayo dongg sist buat cerita lagi

    BalasHapus
  5. Ulala banget ceritanya, sukses terus.

    Semoga bisa menjadi penulis professional

    BalasHapus
  6. Bagus ceritanya, ga ngebosenin. Jadi pengen dibacain dongeng sama kamu 😌

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Ceritanya bagus,
    tapi saya ingin mengkoreksi sedikit.

    Seharusnya tokoh Alex diganti menjadi Wahyu atau Bambang agar ceritanya lebih bikin baper.

    Tapi secara alur, ceritanya bagus banget kok

    BalasHapus
  9. Dudududu...
    Aye ayee.....

    Ceritanya bagus banget dong 😂

    BalasHapus
  10. Ceritanya bagus dan menarik,apalagi klo diceritain lngsung sm orng ny:v makin menarik deh hehe

    BalasHapus
  11. Aku suka bikin cerita yang lainnya ya

    BalasHapus
  12. ceritanya bagus , namun harus diperbaiki lagi dalam penulisan huruf kapital dan beberapa dialog yang tidak diakhiri tanda kutif.hehe
    Semangat berkaya tan:v

    BalasHapus