Sabtu, 02 Maret 2019

Novel



 Dear, Dearest

                           


     
        Prolog



Aku lupa kapan aku mulai menyukai mu
Aku lupa kapan kau berahasil menaklukkan ku
Mungkin Aku ……
Kemarin kah? Seminggu lalu? Atau tanpa aku sadari
Mungkin…….
Aku telah menyukaimu sejak awal kita bertemu.

TANIA RAHAYU itulah nama lengkapku, aku lebih senang dipanggil dengan sebutan tatan karena itu memang nama panggilanku.
Sedih dan bahagianya sebuah akhir,kau boleh memilih mana yang kau mau.
Sebuah lembaran kertas putih kini tah ternodai dengan coretan tangan bertinta merah. Tangan mungil untuk ukrn dewasa itu dengan lihai nya melipat lembaran kertas itu menjadi bentuk persegi panjang . Dengan lembut ia memasukkan lipatan kertas itu kedalam sebuah amplop berwarna merah muda serta sticker merah berbentuk hati sebagai perekatnya .
Gadis itu menghirup aroma amplop degan dalam meresapi setiap kata yang tertulis di dalam amplop tersebut . Ia memejamkan matanya tak lupa  senyum manis yang tercetak jelas diwajahnya.
“Nak cepat keluar ada temanmu” suara lemah penuh kelembutan dari balik pintu bercat cokelat itu menyapanya.
“iya tunggu bentar” dengan cepat gadis itu meraih box kecil berwarna hijau dan memasukkan amplop berisikan surat tesebut kedalam box dan meletakkan nya di atas lemari.




chapter 1

Cinta Pandangan Pertama

“Tidak percaya cinta pandangan pertama bukan berarti tidak bisa menyukai apa yang ia pandang untuk pertama kalinya”

Suara nyaring dari jam weker berhasil mengusik tidur nyenyak gadis berparas menawan ini. Dengan malas Tania menekan tombol yang berada diatas kepala jam weker  Doramonya yang tengah berdiri kokohnya diatas nakas.
Setelah mematikan deringan yang nyaringitu, Tania mulai kembali ke kebiasaan nya untuk tidur lagi.

❤❤❤❤❤❤❤

Dengan langkah yang besar serta kecepatan tinggi,kaki itu  melaju dengan kencangnya menyusuri trotoar ditengah padatnya lalu lintas. Bukannya ia tak mau membaw kendaraaan,namun justru ia akan semakin terlambat dengan kemacetan ini.
Hanya lewat tiga menit ia berhasil menerobos pagar sekolah yang telah hampir tertutup. Pak Arman- satpam sekolah ini. Ia beum sempat mengomeli Tania yang menerobos masuk tanpa pamit.
Tania sedikit mengintip dari balik kaca jendela kelas, suara bising khas kelas dengan canda tawa dan celotehan menjadi isyarat bahwa Bu Lea belum memasuki kelas dan memulai pelajarannya.
Dengan bernafas lega Tania mulai memasuki kelasnya.
“Tumben banget Buk Lea belum masuk biasanya kan 5 menit sebelum bel berbunyi dia udah stay di singgahsana nya”canda Tania kepada teman sebangkunya Miranda.
Miranda gadis berkulit sawo matang itu menanggapinya dengan anggukan kecil.
“Guru lagi adai rapat’  balas Miranda tak lupa senyum yang merekah dari keduanya.
“ayo ke kantin”ajak Tania penuh semangat namun langsung ditolak oleh Miranda.
“Gue sebagai ketua kelas yang baik harus menjadi panutan bagi anggotanya. Dan juga gue dikasih amanah sama Bu Lea buat catet nama orang yang keluar  kecuali kalo ke toilet” Miranda memang memiliki karakter perempuan yang terlihat tomboy dan juga tegas, oleh karena itu dia dipilih sebagai ketua kelas selama 2 tahun berturut-turut.

****************

Bel tanda istirahat telah berbunyi dengan semangat 45 tania bersorak gembira. Ia mulai merapikan alat tulisnya yang berserakan diatas meja.
“Mir,ayolah ke kantin” ajak Tania ,namun Miranda kembali menolak.
“Gue ke kantinnya pas istirahat kedua aja. Gue mau keperpustakaan ”dengan tatapan bosan
“elah beda yak tempatnya cewek pinter kek lo sama cewek abl-abal kayak gue”
“ itu lo nyadar kalo lo emang abal-abalan” ledek Miranda diiringi kekehan kecil dari mulutnya.
“gue ikut lo aja. Gue ga punya temen jajan. Siapa tau disana gue ketemu jodoh” canda Tania
Mereka berdua mulai berjalan kearah perpustakaan yang berada di gedung sebelah.menyusuri koridor-koridor sekolah diiringi obrolan manis.
“bacain apa Mir?” Tanya Tania.
Tania menatap Miranda yang berada dihadapannya dengan tatapan bosan. Ia menyangga  kepalanya dengan kedua tangan yang bertumpu pada meja.
“Novel  lah,gue juga manusia yang terkadang juga bosan terhadap materi-materi pelajaran apalagi materi kehidupan” Tania memtar kedua bola matanya kemudian tanpa sengaja matanya menangkap sebuah drama kisah cinta siaran langsung yang berakhir tragis.
Tania menarik novel bersampul putih yang menutupi wajah Miranda dengan sebelah tangannya.
“Apasih ?”ketenangan Miranda dalam mengkhayati cerita fiksi tersebut terganggu oleh sebuah pertanyaan yang terlintas dari mulut gadis dihadapannya tanpa rasa bersalah.
“mir, itu mereka ngapain?” Miranda mengikuti arah pandang jari telunjuk Tania yang mengarah pada balik punggunggnya.
“paligangan juga tuh cewe ditolak sama raga,udah biasa kali liat pemandangan kaya gitu diperpustakaan” Tania rasanya ingin menertawakan jawaban yang bagaikan anekdot itu .
“wah keren tuh cowok” ungkap Tania ,mata terus menatap kearah dua sejoli itu.
“mana sih rasa gengsi cewek itu? sampe mau aja nembak cowo” Miranada mengedikkan bahunya,mengabaikan pertanyaan Tania .
Sebuah ide terlintas di kepala Tania ,ia mengambil sebuah kertas sticky note yang biasa digunakan Miranda untuk mencatat bab dan halaman dalam novel ataupun  catatan pr yang akan ia temple di handphone nya.
“mir minta sticky note dong ”Miranda yang masih terfokus pada dunia fiksinya tanpa menjawab langsung memberikan tumpukan sticky note itu yang selalu setia berada disaku baju sekolahnya.
Tumpukan sticky note dengan warna yang beragam tersaji dihadapan Tania.

Dear,
Dearest
Hay ganteng
Iya kamu….asik banget ya jadi ganteng .
Ini pertama lainya aku lihat kamu.
Apa ini bisa dibilang cinta pandangan pertama?
Karena aku menyukai saat  pertama kali aku memandang mu.
- si gagak (sang penulis)

Kertas kecil berwarna merah muda dan berbentuk persegi itu ia cabut dari tempat asalnya. Tania sedikit menyunggingkan senyum kala membaca ulang sebuah pesan kecil yang ia buat barusan. Ia sedikit melirik kearah murid laki-laki tadi yang telah pergi dari tempatnya. Meninggalkan sebuah buku novel dengan batas penggaris tergeletak diatas meja bundar di dekat jendela kaca yang selalu tertutup.
“mir, emang cowo tadi selalu datang kesini dan duduk ditempat yang sama ya?” Tanya Tania dan dibalas dengan sebuah anggukan kecil dari kepala Miranda.
Gadis berseragam putih abu-abu itu kni berjalan dengan perlahan kearah meja yang sering digunakan oleh ,urid laki-laki tadi,jika dilihat tempat yang biasa ia gunakan memanglah sangat nyaman dan menyenangkan.
Perpustakaan khusus siswa ini berada dilantai yang paling atas,lantai tiga. Dan ditmpat ini dari balik jendela kita bisa melihat langsung pemandangan sekitar sekolah. Mulai dari pohon-pohon hijau,serta bangunan gedung-gedung tinggi yang berbaris dan berjajar dengan sangat rapi.
Tania segera membuka novel yang tertutup itu ke halaman yang sudah diberi tanda batas  penggaris.lalu menempelkan sticky note itu kehalaman tersebut dan menutup  buku itu kembali seperti sedia kala.
“tatan,ngapain? Balik ke kelas yuk. Bentar lagi masuk?” dengan tersenyum lebar Tania menangguk dan berlari kecil menyusul Miranda yang sudah sedikit lebih jauh darinya.



Chapter 2
cinderella atau snow white

terkadang orang yang kuat itu sedang menyembunyikan sisinya yang sedang lemah”


Suara ketukan dari sepatu skate yang berbenturan dengan lantai keramik putih yang sangat bersahutan menggema dilorong rumh sakit yang sepi.
Langkah besarnya seiring dengan matanya yang menyusuri setiap lorong rumah sakit membaca setiap papan nama yang menempel diatas pintu ruangan.
Flamboyan 1
Langkahnya terhenti didepan pintu kaca dengan tirai hijau sebagai penutupnya. Tangannya terulur untuk mendorong pintu yang tak terkunci itu.
Seorang anak gadis mudah dengan wajah pucatnya sedang bersandar pada kepala ranjang ber-sprai putih dengan kaki yang berselimut hijau serta selang infus dan selang oksigen sebagai penunjang hidupnya.
Gadis lemah ituterlihat sedang sibuk membaca sebuah buku novel karya Tere-liye
“ALICE!” panggilnya lalu berlari kecil sambil memeluk erat bucket mawar merah yang ia beli ditoko bunga dekat rumah sakit.

Alice, gadis itu segera mengalihkan pandangannya pada seorang gadis berseragam putih abu-abu . Dapat dipastikan jika memanggilnya adalah seorang siswi yang masih duduk di bangku menengah atas . Alice Meletakkan novel yang ia baca sedari tadi keatas nakas yang berada di samping ranjangnya.
Gadis itu mengulurkan sebucket mawar tersebut pada alice tak lupa senyum yang merekah di keduanya.
Dengan senang hati Alice menerimanya lalu menghirup dalam aroma khas mawar sambil menikmati ke ikhlasan yang memberinya.
“apa kabar?” Tanyanya
“aku baik tatan, terima kasih untuk bunganya” Tania tersenyum simpul  mendengar jawaban Alice. Alice ,gadis itu berbohong, ia tak baik-baik saja hanya saja ia adalah gadis yang kuat dan pantang menyerah.
“lo kuat banget ya” gumam Tania ,takjub pada alice
“ Karena kekuatan datangnya dari orang yang kita sayangi” alice menggenggam sebentar tangan Tania.
“terkadang orang yang kuat itu sedang menyembunyikan sisinya yang lemah” lanjt alice
“tatan, kebetulan kau ada disini. Aku ingin menitipkan sesuatu padamu” ujarnya dengan suara  yang sedikit serak dan terdengar lemah.
Tania menatap sebuah kotak kecil berwarna hijau yang diberikan oleh alice dengan seksama.
“apa ini?’ Tanya Tania dengan bingung.
“ini hadiah” balasnya
“buat gue?” tanyanya dan langsung dibalas oleh kekehan kecil dari alice.
“Bukan,itu buat my dear” Tania  semakin dibuat bingung oleh jawaban alice.
“Tolong titip ini sebentar ,dan jangan dibuka “ Tania menggangguk paham lalu box kecil itu ia masukkan kedalam tas gendong nya.
“kau bolos lagi?” Tania tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia tak pandai berbohong dalam hal apapun.
“Tolong jangan sampai abangmu tau tentang kado ini” sekali lagi, Tania mengangguk setuju.

_________
Alice Bellia ,ia seorang gadis yang kuat dan cantik. Ketika smp dia dijuluki Cinderella namun sekarang ketika ia sakit ia dijuluki snow white sang putri tidur. Semakin hari tubuhnya semakin lemah, dan ia lebih sering tertidur
_________
FLASHBACK

Aku tersenyum senang ketika tangan ini ikut menyalurkan ide dari kepalaku. Tulisan tangan yang layaknya ceker ayam tak mematahkan semangatku untuk menulis.teman sebayaku alice , ia juga ikut menulis disisiku saling berbagi masukkan dan mencari imajinasi . Bukan cerita remaja yang sedang kasmaran yang kami tulis ,tapi menciptakan sebuah alur dongeng pengantar tidur yang bahagia ,penyihir yang baik hati serta ibu tiri yang penyayang.
Kami masih anak kecil kelas akhir dengan seragam putih merahnya,dan alice ia teman satu angkatanku ,satu sekolahku,teman sekelasku dan juga teman sebangkuku.
Selain menlis kami juga sering bermain dan menari-nari .saudara laki-laki ku yang umurnya hanya berjarak 3 tahun dariku,mengenggam erat jari jemari gadis berparas rupawan itu, Alice. Yang sempat ku buat iri,kadang aku bertanya pada diriku sendiri. Siapakah adiknya yang sebenarnya?
Aslan sangat baik kepada alice bahkan dia menyukainya hingga dia memanggil alice dengan sebutan putrid tengah malam atau Cinderella.
Waktu berjalan 2 tahun kini aku dan alice memakai seragam putih biru tapi berbeda dengan abangku, asalan memakai baju putih abu-abu ,satu tahun lagi aku akan menjadi siswi menengah atas sedangkan aslant akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Aku mulai merasa kehilangan alice saat masa SMP ku karena sakitnya yang tiba-tiba. Ia jatuh pingsan dan dibawa ke uks sampai alice tak sadar-sadar akhirnya alice dibawa ke rumah sakit, aku tak tau sakit yang di derita alice hingga kini ia sangat pucat tergeletak diatas kasur rumah sakit.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤

Jam menunjuk pukul 5 sore,langit jingga keemasan menjadi latar suasana karena matahari sudah hampir lelah dan ingin beristirahat.
Setelah keluar dari rumah sakit, Tania berniat untuk pergi ke toko yang menjual peralatan alat tulis.
Cukup berjalan kaki Karena jarak antara rumah sakit dan toko tidak terlalu jauh.
“ko, beli sticky note warna hitam sama pulpen tinta putih yak ko, masing-masing satu aja . alas an Tania membeli sticky note adalah murid laki-laki diperpustakaan kemarindan ia hanya ingin mengetahui bisakah sikap dinginnya luluh akan surat kecil darinya? Dan entah mengapa ia selalu terbayang akan sosok lelaki itu seolah-olah sedang duduk bersandar sambil membaca buku novel. Tania ingin menulis surat kedua untuk laki-laki itu bahkan untuk seterusnya sampai ia menyerah untuk meluluhkan hatinya. Bukankah ini namanya terlalu mudah untuk mencintai? Dan terlalu awal untuk merasakan cinta?

Tania menepis pikiran itu jauh-jauh sebelum ia berkhayal terlalu tinggi.
Setelah pria itu menyebutkan nominal harga,Tania  dengan segera memberikan beberapa uang .
Tania berdiri dihalte bus trans sambil memantau pergerakan jarum jam yang menempel di pergelangan tangannya,bus trans akhirnya tiba tepat dihadapan Tania.
Kakinya mulai melangkahi jarak anatara halte  dan bus yang hanya sejengkal tangan.
Ia memilih duduk ditepi jendela yang berada di bangku paling belakang.
Sebuah punngung yang sangat ia kenal dari balik kaca jendela sedang berdiri disebuah toko bunga tempat ia membeli bunga tadi.
Tania segera menghadap kearah depan, dan memunggungi orang tersebut. Tania sangat berterima kasih karena kursi ini saling berhadapan.






Chapter 3



Second sight is fate
 ( pandangan kedua adalah takdir )

jika pandangan pertama disebut cinta maka aku boleh menyebut pandangan kedua dengan sebutan takdir. Aku percaya takdir karena, takdir mua’llaq yang masih bisa diusahakan serta memiliki harapan dan takdir mubram yang memang sudah ketentuan bahkan memang sudah semestinya memiliki kepasrahan”

Lagi-lagi sebuah bunyi deringan yang tertangkap oleh indra pendengarannya berhasil menyedot Tania kembali ke dunia nyata. Seolah menjadi portal pembatas antara kembang tidur dan kenyataan’
Tania dengan malas menekan kepala weker doraemonnya yang berdiri dengan kokoh diatas nakas. Tania segera bangkit dari kasurnya ,dan segera merapikan tempat tiudrnya, tidak seperti biasanya ia akan kembalike alam bawah sadarnya.
Setelah siap untuk berangkat sekolah,tinggal mengisi perut untuk memulai hari. Tania menata sebuah punggung yang sangat ia kenal sedang duduk dimeja makan. Punggung yang ia lihat kemarin sore dari balik kaca jendela bus di sebuah toko bunga yang sekarang sedang tertawa ria bersama ibu tercintanya.
“wah bang aslan sudah pulang?” pertanyaan muncul dari mulut Tania . tatan segera berlari kecil menuju meja makan ,duduk disamping aslan dan saling berhadapan dengan bundanya.
Tangannya tergerak untuk mengambil lauk-lauk hidangan dihadapannya. Aroma masakan khas rumahan berhasil menggugah selera dan memang masakan bunda paling enak sedunia.
“lan, kapan pulang?” Tanya Tania tanpa embel-embel abang sambil terus memakan sarapannya tanpa rasa berdosa.
“ tatan biasakan panggil abang” tegur bunda.
Tania hanya mengangguk menurut samba terus melakukan aktivitas makannya. Setelah selesai makan. “Abang anterin tatan sekolah ya” sahut Tania dengan muka memelas
“ogah” balas aslan
“Aslan, anterin adik kamu sana gih” Tania dan aslan memanglah kakak beradik yang bagaikan dua kutub magnet yang saling berlawanan. Namun mereka tidak dapat membantah apa perkataan bundanya.
“iya bun” balas aslan
Tak perlu waktu yang lama untuk terbebas dari padatnya lalu lintas .
Tania turun dari boncengan oleh aslan tepat didepan gerbang sekolah.selama diperjalanan,kakak beradik ini akan mengeluarkan jurus kata-kata mereka.
“wah ada nak aslan”sambut pak satpam sekolah saat aslan membuka kaca helmnya. Tania mendengus sebal. “ pak,ini yang sekolah adiknya,ya sabumbutnya ke tatanlah. Tatan hari ini datangnya pagi loh”
“eh,sorry gue gak punya dik kaya lo.adik lucknut” ucap aslan sedikit ketus
“ abang sate” balas tatan tak mau kalah.

Suara rebut dan bising menjadi latar suasana pagi menjelang siang ini. Siswa dan siswi melakukan banyak kegiatan mereka masing-masing.
Karakter Tania dan Miranda sangat bertolak belakang tapi mereka teman semasa orientasi hingga saat ini.
“beneran abang lo datang tan? Pulang sekolah gue main kerumah lo ya tan?”wajah bonar nan bersinar serta mata yang penuh dengan api semangat terpampang jelas menjadi mimik wajah Miranda.
“deketin dia? Yang ada lo malah tambah sakit hati”
“ gapapa sakit hati gue yang penting bisa ngobatin rindu”
“yaudah ayo ke perpustakaan, sebelum bel masuk” ajak tatan pada Miranda
“wah tumben,kesambet apaan lo? Sampe ngajak ke perpustakaan” ledek Miranda
“setan jadi-jadi an” balas Tania tak lupa dengusan kecilnya;

______

Tania duduk berhadapan langsung dengan pintu masuk dan pintu keluar ruangan fiksi ini.
Sambil menatap bosan Miranda dengan buku yang sama ia baca kemarin. Ia menopang kepalanya dengan kedua tangannya sesekali ia mengucek matanya yang telah memerah menahan kantuk.
Tania memang ahlinya dalam mengarang dan membuat cerita, akan tetapi rasa malaslah yang membuatnya enggan untuk membaca rangkaian kata tersebut.
Sebuah postur tegap yang dilapisi oleh seragam batik dengan celana abu-abu sedang berjalan santai memasuki perpustakaan khusus siswa ini. Kedua tangannya ia masukan kedalam saku celananya, pandangan yang lurus ke depan memberikan kesan dingin.
Tania tak menyangka jika melihat dari arah depan dengan jelas ia akan terlihat semakin menarik, pantas jika banyak yang berbondong-bondong untuk menjadi kekasihnya. Murid yang tidak diketahui namanya itu memang belum bisa dikatakan sangat sempurna namun ia memiliki caranya tersendiri untuk menarik perhatin para kaum hawa.

Ia duduk langsung dan menyandarkan punggungnya pada kursi kayu lalu melipat satu kakinya. Ia mengambil novel tersebut yang berada dihadapannya. Semakin tangan itu ingin membuka lembaran yang telah dibatasi oleh penggaris, debaran jantung Tania semakin menjadi-jadi, rasa kantuk yang sedari tadi kini tergantikan rasa gugup setengah mati.
Bola mata cokelat terang milik lelaki itu bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti alur kalimat dari sebuah kertas kecil yang tertempel di halaman pembatasnya, tangannya terulur untuk mengambil sticky note tersebut dari tempatnya. Sedetik kemudian, tangannya menggenggam erat pesan kecil Tania tersebut sehingga remuk dan menjadi gumpalan kecil.
Tania hanya bisa menghela nafas, baru surat pertama tak akan bisa meluluhkan hatinya. Meskipun, Tania tak yakin namun ia akan mencobanya. Tania mengambil tumpukan stiky note berwarna hitam bersama puplen tinta putih disaku rok abu-abu Tania.

Dear,
My Dearest

Hay hati
Wah kebetulan tadi kita ketemu lagi.
Sepertinya pertemuan yang kedua bisa kita sebut takdir, iya kan? Hehehe

___  Si Gagak ( sang penulis )

Coretan tangan bertinta putih yang sangat terlihat kontras dengan warna hitam sticky note tersebut. Tania akan menunggu murid laki-laki yang tak dikenal itu untuk pergi dari sana lalu menempelkan surat baru dilembaran kertas halaman yang baru.



*********











Jumat, 01 Maret 2019

Esai

Menjaga Kebersihan untuk Keindahan Lingkungan SMA Negeri 1 Cilimus 

            Sekolah sebagai lembaga untuk mendidik siswa memiliki peran penting dalam pembentukan sikap siswa terhadap lingkungan hidup. SMA Negeri 1 Cilimus sebagai sekolah  adiwiyata mandiri harus bertanggung jawab dalam upaya perlindungan lingkungan hidup. Dengan demikian, perlu adanya tata kelola sekolah yang baik guna menciptakan lingkungan sekolah yang indah dan kondusif. Ada banyak hal yang dapat dilakukan guna menciptakan lingkungan sekolah yang indah dan kondusif.
            Pertama, pembuatan taman sekolah. Taman sekolah berguna untuk menghindari terjadinya banjir.  Berbagai macam tanaman hias lainnya dapat di tanam di taman sekolah ini sehingga dapat memperindah tampilan sekolah. Warna-warni bunga dapat menarik perhatian seluruh warga sekolah untuk selalu merawat taman. Pembuatan taman sekolah dapat dilaksanakan dengan menggerakkan komponen guru dan karyawan sekolah.
            Kedua, pembuatan taman toga. Toga adalah tanaman obat keluarga. Toga berfungsi untuk memenuhi keperluan alam bagi kehidupan, termasuk keperluan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan secara tradisional (obat). Kenyataanya, masyarakat lebih memilih minum obat dari pada memanfaatkan tanaman toga. Padahal obat dari dokter atau apotek memiliki efek samping bagi tubuh. Sebenernya sekolah ini memiliki tanaman obat hanya saja perawatan dan tempat yang kurang maksimal dan memadai.
            Cara berikutnya yaitu dengan pembuatan green house. Green house merupakan tempat atau bangunan untuk membudidayakan tanaman. Bangunan green house berupa dinding kaca dengan atap plastik agar tanaman di dalamnya dapat menyerap sinar matahari. Green house memiliki fungsi menghindari terpaan hujan yang dapat merusak tanaman, mengurangi intensitas cahaya yang masuk sehingga daun tidak terbakar saat terik. Dengan adanya green house ini tanaman yang ada di sekolah dapat tumbuh dengan subur.
            Pembuatan hidrokultur atau tanaman hirdoponik juga dapat memperindah lingkungan sekolah. Teknik hidroponik berguna untuk mengurangi pemanfaatan lahan sekolah. Tanaman hidroponik dapat berupa berbagai macam bunga atau sayuran. Siswa dapat mempraktikkan materi pembelajaran seperti bioteknologi ke dalam teknik ini. Tanaman hidroponik ini dapat diletakkan di setiap ruang kelas sehingga setiap kelas terlihat hijau dan indah.
    Kebersihan kelaspun teramat sangat penting hal yang harus dilakukan ialah kebersihan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, selain itu siswa juga bisa memungut sampah yang berserakan dan membuangnya pada tempat sampah yang telah tersedia agar tidak ada sampah yang berserakan di lingkungan sekolah. Serta, siswa diharapkan tidak mencorat-coret tembok dan bangku yang merupakan sarana pembelajaran, dengan begitu, bangku dan tembok akan tetap terlihat bersih tanpa adanya coretan-coretan yang dibuat oleh siswa dan siswi. Siswa dan siswi juga diharapkan menyediakan alat alat kebersihan, seperti sapu, kemoceng, dan lain-lain. karena apabila memasuki musim hujan dan di suatu kelas itu tidak tersedia alas kaki maka biasanya kelas itu akan menjadi kotor. kini telah diberlakukan setiap kelas terdapat plastik besar yang berguna untuk membuang bekas botol atau kertas.
     Kesadaran seluruh warga sekolah akan lingkungan sangat diperlukan. Menjaga lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab guru, karyawan, maupun siswa. Menjaga lingkungan sekolah dapat menciptakan sekolah yang kondusif sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik.