Minggu, 24 Februari 2019

Artikel

Bahaya Kecanduan Sosial Media



    Pada zaman sekarang, teknologi internet tak bisa lagi dapat dipisahkan dari rutinitas sehari-hari masyarakat. Layanan tersebut dapat memudahkan seseorang untuk mengakses informasi apapun, begitu praktis dan cepat. Internet membawa dampak positif dan dampak negatif dalam kehidupan seseorang.
  Seiring perkembangan internet, berbagai sosial media lahir. Jejaring sosial ini hadir memenuhi kebutuhan masyarakat untuk saling berinteraksi di dunia maya. Kamu bisa bercakap-cakap atau chatting dengan orang  jauh di negara lain hanya lewat aplikasi sosmed. Dengan sosmed, kamu juga dapat menemukan teman lama, memiliki teman baru, bergabung di sebuah komunitas baru, upload foto dan video, berbagi cerita, sampai jualan. Sosmed akan memberikan kamu pengalaman seru. Semua ini jelas menyenangkan, terutama bagi kamu yang senang berinteraksi dengan banyak orang.
   Sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik, begitupun dengan sosmed. Saking asyiknya, bermain sosmed bisa menimbulkan kecanduan. Kalau sudah candu, banyak menimbulkan hal-hal negatif, seperti jadi malas belajar, tidak mau makan, bekerja jadi tidak konsen, dan sebagainya.


Efek Buruk Kecanduan Sosmed

  Tergila-gila atau kerajingan sosmed akan berdampak negatif yang akan menghambat aktivitas.

Beberapa efek negatif yang bisa terjadi akibat kecanduan sosmed, yakni:

1. Gangguan Tidur Akut

Mengakses sosmed saat sedang santai merupakan hal lazim. Tapi buat orang yang sudah kecanduan, setiap waktu tak pernah luput dari gadget untuk melihat akun-akun sosmednya. Mungkin 24 jam waktunya habis untuk main sosmed, dan akhirnya mengganggu jam tidur.

2. Rasa Lelah Berlebihan

Kurangnya jam tidur atau bahkan tidur yang tidak berkualitas jelas-jelas bisa mengganggu kesehatan. Efek lainnya, tingkat konsentrasi jadi rendah dan menimbulkan rasa lelah yang berlebihan, tubuh tidak fit, dan kerap mengantuk saat menjalani rutinitas harian

3. Tingkat Stres Lebih Tinggi dan Emosi Tidak Stabil

Saat seseorang kurang tidur dan jam tidur jadi tidak teratur, maka orang tersebut bisa saja dengan mudah mengalami stres. apakah berpengaruh ke aktivitas? Tentu saja iya. Produktivitas jadi terganggu, kondisi ini bisa saja diperparah oleh tekanan kerja atau aktivitas yang cukup tinggi, bahkan masalah pribadi lainnya yang cukup berat. Akhirnya menimbulkan tingkat emosi yang tidak stabil dan cenderung berubah-ubah.

4. Gangguan Mata

Terlalu lama dan sering mengakses sosmed bisa memberikan efek buruk pada indera penglihatan atau mata. terlebih jika dilakukan sambil tiduran  maka akan membuat mata cepat lelah, dan timbul penyakit yang bisa merusak mata.

5. Jadi Cuek Terhadap Lingkungan dan Orang Sekitar

kecanduan sosmed dapat memperburuk sikap seseorang pada lingkungan sekitarnya, bahkan pada orang-orang terdekat, seperti keluarga dan teman-teman. Seolah-olah dunia milik seorang diri, sehingga orang yang sudah nyandu sosmed sikapnya cenderung cuek dengan sekitar.

6. Depresi dan Cemas yang Berlebihan

Lewat sosmed, seseorang akan menunjukkan sisi kehidupan mereka. Sedang sedih, senang, atau sedang melakukan apa saat itu, semua diumbar. Ekspresi seperti ini bisa menjadi hal positif dan negatif yang berubah menjadi tekanan. Berbagai kondisi bisa saja menimbulkan depresi, cemas, serta rasa gelisah yang berlebihan


Solusi Tepat Mengatasi Kecanduan Sosmed

1. Punya Tekad Kuat untuk Berubah

Punya tekad kuat untuk berubah dan memperbaiki diri, termasuk tujuan yang jelas dalam proses perubahan ini. Ini akan menjadi modal utama dalam mengatasi gangguan kecanduan sosmed, sehingga proses tersebut menjadi lebih mudah dan tetap terarah.

2. Batasi Waktu Online

Maka mulai sekarang buka sosmed saat waktu senggang atau saat aktivitas pentingmu telah selesai. Kamu juga bisa menyibukkan diri dengan melakukan berbagai rutinitas harian, sehingga tangan ‘tidak gatal’ lagi untuk online terus.

3. Luangkan Waktu dengan Orang Terdekat

Luangkan waktu lebih banyak dengan keluarga, saudara, atau dengan sahabat-sahabat terkasih pergi ke bioskop, makan di luar, berkomunikasi dan hal lainnya. Hal ini akan terasa menyenangkan dan mengalihkan perhatian dari sosmed secara perlahan.

Berubah Secara Perlahan dan Dengan Cara yang Tepat

Menghilangkan sebuah kecanduan tentu bukan hal mudah, termasuk kecanduan sosmed sekalipun. Agar proses perubahan ini tidak terasa berat dan sulit diterapkan, lakukan perubahan secara perlahan dengan memilih cara-cara yang tepat serta lakukan dengan teratur dan jadikan semua hal itu menjadi kebiasaan. Hal ini akan membawa banyak perubahan yang lebih positif, hingga akhirnya bisa memiliki kontrol diri yang baik untuk membatasi akses sosmed.

Kamis, 21 Februari 2019

Surat Lamaran Pekerjaan

                                                                                                               Yogyakarta, 20 Oktober  2023

Hal       : Lamaran Pekerjaan

Yth. Direktur PT Jasa Rahayu
Jalan Malioboro
Yogyakarta

Dengan Hormat,
     
     Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari surat kabar Kompas, hari senin tanggal 16 oktober  2023, Perusahaan Bapak/Ibu membuka lowongan pekerjaan untuk staf keuangan, melalui surat lamaran ini saya ingin mengajukan diri untuk melamar kerja diperusahaan Bapak/ibu pimpin. Dengan ini saya,

nama                              : Intan Indriyati Rahayu
tempat, tanggal lahir  : Kuningan, 20 Oktober 2000
jenis kelamin                : Perempuan
agama                             : Islam
pendidikan terakhir    : S-1 Akuntansi
alamat                             : Desa caracas, rt/rw 13/04, dusun pon A, kecamatan cilimus,kabupaten kuningan
nomor hp                       : 08967800987

             Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan :
1. fotocopy ijazah terakhir lengkap dengan transkip nilai;
2. daftar riwayat hidup;
3. fotocopy KTP;
4. pasfoto ukuran 3x4;
5. SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian);
6. surat keterangan kesehatan;

          Demikian surat lamaran kerja ini dibuat, besar harapan saya untuk bisa bergabung dengan perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Atas perhatian serta kerjasama Bapak/Ibu pimpinan saya ucapkan terimakasih.




 
                                                                                                                              Hormat saya,


                                                                                                                      Intan Indriyati Rahayu

Rabu, 20 Februari 2019

Teks Editorial


Teks Editorial



           Mudik Macet Menjelang Lebaran

        Lebaran di Indonesia selalu diwarnai dengan kemacetan di berbagai wilayah khususnya pulau Jawa. Meski pemerintah telah menyediakan berbagai jenis alat transportasi tambahan, akan tetapi banyak pemudik yang tetap memilih menggunakan kendaraan pribadi karena dengan begitu mereka merasa lebih nyaman,aman,dan selamat tidak seperti ketika menggunakan kendaraan umum yang keamanan nya belum pasti terjaga dan bisa bersilaturahmi ke kerabatnya dengan mudah tanpa harus memikirkan kendaraan lagi.
  Namun, resiko macet yang dihadapi juga tidak bisa disepelekan. Tak hanya itu, kecelakaan di jalan juga menjadi resiko yang mengerikan bagi para pengemudi apalagi jika pemudik menggunakan kendaraan roda dua.

     Lebaran semestinya menjadi momen yang membahagiakan karena umat muslim tak hanya dapat berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarganya, namun juga sebagai media untuk mempererat tali kasih sayang dan persaudaraan. Sayangnya lebaran juga seringkali diliputi dengan suasana duka dengan kasus meninggal karena kecelakaan di jalan.
      Angka kematian karena kecelakaan pada tahun 2017 bisa dibilang menurun berdasarkan data yang dihimpu oleh Polri dari angka 1.261 jiwa (tahun 2016) menjadi 743 jiwa (tahun 2017). Bisa dibilang ini menjadi salah satu prestasi dari upaya pemerintah dan Polri untuk menekan angka kematian akibat kecelakaan sata mudik.
     Tetapi jika disikapi kembali, apakah setiap tahun harus selalu ada korban? Bagaimanapun juga angka 743 jiwa yang meninggal bukanlah hal yang sepele. Lantas apa upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk semakin meminimalisir angka kematian akibat kecelakaan di jalan raya?
     Jika ditinjau kembali, banyak masyarakat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik. Tentu selain karena mereka ingin bisa bepergian ke rumah kerabatnya tanpa harus bingung dengan kendaraan, sarana transportasi yang disediakan oleh pemerintah tetap tidak memadai. Kita bisa melihat penumpang yang berjubel di setiap kendaraan umum dan tentunya bepergian dengan kondisi semacam itu sangatlah tidak nyaman dan sama-sama beresiko. Apa boleh buat, masyarakat tak punya pilihan lain.
     Mudik saat lebaran bisa jadi adalah kewajiban dan kebutuhan yang harus dilakukan oleh sebagian besar warga muslim (dan bahkan yang non muslim). Sebetulnya budaya mudik ini merupakan budaya turun temurun yang telah ada bahkan pada masa kolonial belanda. Namun demikian, di masa lalu lebaran tidak identik dengan kemacetan karena selain masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan umum, kendaraan pribadi memang tak banyak dimiliki oleh masyarakat karena harganya mahal dan cara membelinyapun susah.
      Lalu bagaimana dengan mudik pada tahun-tahun berikutnya ketika jumlah masyarakat dan jumlah kendaraan sudah semakin bertambah? Akankah jalan raya bisa muat untuk dilalui semua jumlah kendaraan yang ada?  Rekayasa lalu lintas, pembagian arus, dan penambahan armada harus ditingkatkan oleh pemerintah guna menekan jumlah angkan kematian akibat kecelakaan pada saat arus mudik lebaran.
     Bagaimanapun juga, masyarakat harus dikondisikan untuk memilih kendaraan umum sebagai alat transportasi mudik. Tentu hal tersebut harus pula diimbangi dengan kualitas pelayanan, misalnya semua penumpang bisa duduk, jalur bus dibuat khusus agar dapat sampai tepat waktu tanpa terganggu kendaraan lain, dan lain.

      Sangat disayangkan apabila lebaran diwarnai dengan duka akibat kematian karena kecelakaan saat mudik. Masyarakatpun harus menyadari hal ini dan sudah semestinya untuk ikut memikirkan solusi minimal untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing saat mudik dengan cara disiplin berkendara, mematuhi aturan dan melaksanakan himbauan pemerintah dan Polri seperti misalnya beristirahat ketika sudah lelah.

Senin, 18 Februari 2019

Cerpen



  Hallo, teman-teman apa kabar? semoga baik-baik saja terutama untuk hati yang sedang dilanda kegelisahan, entah karena cinta atau untuk masa depan.

Selamat membaca:)



                              Rain dan Raina


                                                    
            Tak datang diharapkan, datang tak diindahkan. Itulah hujan, tapi bagiku hujan adalah suatu anugerah tuhan, dia selalu datang meski telah jatuh berkali-kali. perkenalkan namaku raina tapi aku lebih senang dipanggil rain dan  karena ibuku juga yang memberikan nama panggilan itu, sebab dia menginginkan diriku menjadi wanita tegar dan selalu mendatangkan kebahagiaan kepada siapapun meski kedatangnya tak selalu dihargai. 
   Derasnya hujan membasahi sebagian alam, membuat suasana dipagi hari menjadi semakin segar, udaranya pun sangat dingin sehingga membuatku malas untuk beranjak dari tempat tidur. 
"rain cepat bangun, kau harus segera bersiap siap untuk pergi sekolah "
" baiklah bu" akupun segera beranjak untuk segera bersiap-siap pergi sekolah,  selesai itu aku segera turun menghampiri ibu
"wah wanginya masakan ibu, hari ini ibu masak apa untuk sarapanku? " dengan penuh kegembiraan pada raut wajahnya
" ibu hanya masak masakan kesukaanmu saja, " sambil tersenyum kepada rain
" wah, pokoknya masakan ibu paling enak sedunia menurutku" tersenyum manis kepada ibu,  selesai sarapan akupun segera berangkat menuju sekolah, karena cuaca dan keadaan saat itu hujan, aku diantar ayahku dengan mobil. Aku begitu amat senang mempunyai keluarga kecil yang begitu menyayangiku. 
 Sesampainya di sekolah 
"baiklah anak anak kalian akan mempunyai teman baru, perkenalkan dirimu "ibu ika wali kelas kami tiba tiba membawa seorang murid lelaki dengan tubuh yang tinggi dan berkulit putih, dia pun memperkenalkan dirinya
" hai teman-teman namaku alex, aku pindahan dari bandung,  salam kenal" dengan raut wajah yang tampak sangat datar tanpa ekspresi sedikitpun.  Alex si murid baru, dia berpindah dari kota ke desa karena harus ada sesuatu hal. 
 "baiklah alex kau boleh duduk samping raina" sahut ibu guru
alex berjalan menuju kursi dimana ia akan duduk bersama raina teman barunya itu.
" hai perkenalkan namaku raina (dengan wajah tersemyum sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman) "
" senang berkenalan denganmu raina, namaku alex" gumam alex
" ada apa denganmu? Apa kamu baik baik saja? Sepertinya kau nampak sedih, apakah kamu tidak senang berpindah kesini? " tanya raina kepada alex
Akan tetapi hal itu tidak dihiraukan alex, ia hanya melirik sejenak setelah itu dia segera memalingkan kembali wajahnya, pikir raina alex si murid baru akan nampak sombong karena ia pindahan dari kota. 
Ketika bel pulangpun berdering, seluruh siswa-siswi dengan girang segera beranjak pulang
"oh iya alex rumahmu dimana "
" rumahku dekat koperasi desa"
"wah kebetulan, rumahku juga dekat situ,  kita bisa pulang bareng kalau begitu"
"oh iya bisa saja" sahut alex
Ketika perjalanan pulang alex hanya diam membisu dia tak mengeluarkan kata sedikit pun, wajahnya pun begitu sedih, aku semakin tak sabar dengan sikap acuh  tak acuhnya. 
"oh iya apa sudah lama kamu berpindah kesini? Ngomong-ngomong apa kamu suka baca buku? "Tanyaku
" BERISIK! apa kamu bisa diam? " lontaran kata yang alex berikan kepada raina karena merasa risih dengan segala pertanyaan yang tak penting menurut alex, " lebih baik kamu pergi pulang duluan saja aku ingin sendiri"  kata kata itu seolah mengisyaratkan raina untuk meninggalkan alex. 
"baiklah, aku hanya ingin lebih dekat denganmu saja, tapi seharusnya kau tak perlu berkata kasar padaku seperti itu, kedua orangtuaku saja bahkan tidak pernah berkata seperti itu padaku, akupun segera melangkahkan kaki lebih cepat darinya dan meninggalkannya, sebenarnya rasa kesal tampak terlihat dari raut wajah raina.
  
     Sesampainya dirumah aku menceritakan kejadian itu kepada ibu dan ayah, anehnya kedua orangtuaku malah mentertawaiku
"kenapa ibu dan ayah tertawa? Aku sedang kesal, tapi ibu dan ayah malah mentertawaiku, apakah ini lelucon? "pikirku aneh apa yang sebenarnya membuat ibu dan ayah tertawa seperti itu
" lagian kamu jadi cewek terlalu banyak nanya, mungkin dia ilfiel sama kamu, seharusnya teman baru kamu ajak sharing saja terlebih dahulu bukanya banyak tanya seperti wartawan saja" sahut ibu sambil tertawa

"bagaimana aku akan mengajaknya sharing, menjawab pertanyaanku saja seperti nya dia enggan, sungguh menyebalkan murid baru yang satu itu"
"tak baik bersikap seperti itu, baiknya kamu meminta maaf kepada alex teman barumu itu" sahut ibu menasehatiku
Keesokan harinya saat disekolah aku berniat meminta maaf kepada alex atas apa yang telah dibuatnya kemarin kepadanya mungkin hal itu mengganggu dirinya, tetapi hari ini alex tidak masuk sekolah dan tidak memberi surat keterangan, hal ini membuat raina heran. 
      Sudah seminggu alex tidak masuk sekolah. Hari ini aku berencana pergi ketoko buku untuk mencari sebuah novel, untuk ku jadikan kado untuk temanku, selesai mencari buku dan aku akan membayarnya seketika didepanku berdiri seorang lelaki bertubuh tinggi dan berkulit putih, saat pria tersebut membalikkan wajahnya
"alex? Mataku melebar dan mulutku menganga karena terkejut 
"kamu ko bisa disini? Kamu senang membaca buku ya? 
"iya"
Aku tak bisa menahan senyumku. Selama ini dia tidak pernah menjawab pertanyaanku, meskipun sangat singkat, aku senang setidaknya dia menjawab pertanyaanku
"kamu sendirian kesini? "
" iya begitu seperti yang kau lihat"
Setelah membayarnya, mereka berdua segera pergi keluar 
"ada apa denganmu alex? Kau sudah seminggu ini tak masuk sekolah dan tak memberi kabar, apa kamu sakit? 
Alex hanya tersenyum manis kali ini kepada rain, rain yang menyadari hal itu begitu aneh. 

      Keesokan harinya saat pulang sekolah, hujan begitu deras, raina yang menyukai hujan dia pulang tanpa menghiraukan hujan yang begitu lebat, saat diperjalanan dia melihat alex yang sedang berteduh dibawah pohon. Rianapun menghampiri alex
"hai alex, kau sedang berteduh ya?  Sapaku saat berada disamping alex. Alex hanya menoleh sebentar, aku menatap langit yang sedang menurunkan bulir bulir bening. 
"aku suka sekali hujan" aku tau meski kau tak akan menjawab pertanyaanku, pasti kamu mendengar ucapanku. 
"kamu tau kenapa aku suka suka hujan? Aku melirik kepada alex
"karena saat hujan aku dilahirkan, karena saat hujan makhluk dibumi mendapatkan kebahagiaan, dan saat hujan.... 
"AKU BENCI HUJAN! bantah alex saat raina mengutarakan tentang hal yang disukai ketika hujan datang 
"hah! Kenapa? 
"aku benci saja"
"tak boleh seperti itu hujan membawa kebahagian bagi setiap orang, dan setelah hujan berhenti masalah dan penderitaan akan hilang,dan  setelah hujan akan muncul pelangi yang begitu indah"
"sebaiknya kamu gak boleh membenci hujan"
"jangan sok tau, kamu jangan berlagak tau segalanya kamu gak tau apa artinya penderitaan, kamu hanya anak beruntung yang tak tau apa apa" sahut alex
"aku tak mengerti apa yang dia katakan "sahut riana
" saat hujan orang tuaku bertengkar, saat hujan aku kabur, saat hujan pula kedua orangtuaku kecelakan, saat hujan pula.....  Seketika alex memejamkan matanya yang berlinang air mata dan menahan nafas
"aku paham sekarang"
"sudahlah kamu tidak akan mengerti perasaanku," seketika itu alex berlari pergi meninggalkanku saat aku dalam keadaan lamunanku
Saat aku tersadar, aku melihat sebuah mobil dengan laju kecang menuju kearah alex. 
akupun segara berlari dan mendorong lelaki itu "ALEX" teriaku
Saat itu hujan semakin deras, cairan merah mengalir bercampur dengan derasnya air hujan, orang orang disekitar jalan datang menghampiri memberi pertolongan. 
"RAIN,  aku tersadar seketika aku menyipitkan mataku, seluruh tubuh yang kurasa begitu sangat sakit, penglihatan ku semakin kabur, saat kulihat alex sedang menggenggam tanganku. 
"Alex"sahutku
"kenapa kamu harus menolongku? Mengapa kamu tak membiarkan aku saja" ucapnya 
"sudah kubilang hujan tidak membawa kebahagiaan! Suaranya dengan nada tinggi. 
"saat hujan aku dilahirkan, saat hujan semua makhluk dibumi mendapatkan kebahagiaan, saat hujan aku bisa bertemu denganmu, saat hujan aku bisa menyelamatkanmu,  jadi kamu gak boleh membenci hujan, jika kamu membenci hujan berarti dirimu membenci aku, karena aku adalah rain,  dalam artian aku adalah hujan" ucapku dengan nada terengap-engap
Pandangan mataku sudah mulai menggelap, hal terakhir yang kedenger adalah
"baiklah aku takakan membenci hujan lagi, tapi satu hal kamu harus tetap bertahan rain"
"maaf, tapi aku tak akan bertemu denganmu lagi alex, selamat tinggal" dan rianapun memejamkan kedua matanya.