Sabtu, 02 Maret 2019

Novel



 Dear, Dearest

                           


     
        Prolog



Aku lupa kapan aku mulai menyukai mu
Aku lupa kapan kau berahasil menaklukkan ku
Mungkin Aku ……
Kemarin kah? Seminggu lalu? Atau tanpa aku sadari
Mungkin…….
Aku telah menyukaimu sejak awal kita bertemu.

TANIA RAHAYU itulah nama lengkapku, aku lebih senang dipanggil dengan sebutan tatan karena itu memang nama panggilanku.
Sedih dan bahagianya sebuah akhir,kau boleh memilih mana yang kau mau.
Sebuah lembaran kertas putih kini tah ternodai dengan coretan tangan bertinta merah. Tangan mungil untuk ukrn dewasa itu dengan lihai nya melipat lembaran kertas itu menjadi bentuk persegi panjang . Dengan lembut ia memasukkan lipatan kertas itu kedalam sebuah amplop berwarna merah muda serta sticker merah berbentuk hati sebagai perekatnya .
Gadis itu menghirup aroma amplop degan dalam meresapi setiap kata yang tertulis di dalam amplop tersebut . Ia memejamkan matanya tak lupa  senyum manis yang tercetak jelas diwajahnya.
“Nak cepat keluar ada temanmu” suara lemah penuh kelembutan dari balik pintu bercat cokelat itu menyapanya.
“iya tunggu bentar” dengan cepat gadis itu meraih box kecil berwarna hijau dan memasukkan amplop berisikan surat tesebut kedalam box dan meletakkan nya di atas lemari.




chapter 1

Cinta Pandangan Pertama

“Tidak percaya cinta pandangan pertama bukan berarti tidak bisa menyukai apa yang ia pandang untuk pertama kalinya”

Suara nyaring dari jam weker berhasil mengusik tidur nyenyak gadis berparas menawan ini. Dengan malas Tania menekan tombol yang berada diatas kepala jam weker  Doramonya yang tengah berdiri kokohnya diatas nakas.
Setelah mematikan deringan yang nyaringitu, Tania mulai kembali ke kebiasaan nya untuk tidur lagi.

❤❤❤❤❤❤❤

Dengan langkah yang besar serta kecepatan tinggi,kaki itu  melaju dengan kencangnya menyusuri trotoar ditengah padatnya lalu lintas. Bukannya ia tak mau membaw kendaraaan,namun justru ia akan semakin terlambat dengan kemacetan ini.
Hanya lewat tiga menit ia berhasil menerobos pagar sekolah yang telah hampir tertutup. Pak Arman- satpam sekolah ini. Ia beum sempat mengomeli Tania yang menerobos masuk tanpa pamit.
Tania sedikit mengintip dari balik kaca jendela kelas, suara bising khas kelas dengan canda tawa dan celotehan menjadi isyarat bahwa Bu Lea belum memasuki kelas dan memulai pelajarannya.
Dengan bernafas lega Tania mulai memasuki kelasnya.
“Tumben banget Buk Lea belum masuk biasanya kan 5 menit sebelum bel berbunyi dia udah stay di singgahsana nya”canda Tania kepada teman sebangkunya Miranda.
Miranda gadis berkulit sawo matang itu menanggapinya dengan anggukan kecil.
“Guru lagi adai rapat’  balas Miranda tak lupa senyum yang merekah dari keduanya.
“ayo ke kantin”ajak Tania penuh semangat namun langsung ditolak oleh Miranda.
“Gue sebagai ketua kelas yang baik harus menjadi panutan bagi anggotanya. Dan juga gue dikasih amanah sama Bu Lea buat catet nama orang yang keluar  kecuali kalo ke toilet” Miranda memang memiliki karakter perempuan yang terlihat tomboy dan juga tegas, oleh karena itu dia dipilih sebagai ketua kelas selama 2 tahun berturut-turut.

****************

Bel tanda istirahat telah berbunyi dengan semangat 45 tania bersorak gembira. Ia mulai merapikan alat tulisnya yang berserakan diatas meja.
“Mir,ayolah ke kantin” ajak Tania ,namun Miranda kembali menolak.
“Gue ke kantinnya pas istirahat kedua aja. Gue mau keperpustakaan ”dengan tatapan bosan
“elah beda yak tempatnya cewek pinter kek lo sama cewek abl-abal kayak gue”
“ itu lo nyadar kalo lo emang abal-abalan” ledek Miranda diiringi kekehan kecil dari mulutnya.
“gue ikut lo aja. Gue ga punya temen jajan. Siapa tau disana gue ketemu jodoh” canda Tania
Mereka berdua mulai berjalan kearah perpustakaan yang berada di gedung sebelah.menyusuri koridor-koridor sekolah diiringi obrolan manis.
“bacain apa Mir?” Tanya Tania.
Tania menatap Miranda yang berada dihadapannya dengan tatapan bosan. Ia menyangga  kepalanya dengan kedua tangan yang bertumpu pada meja.
“Novel  lah,gue juga manusia yang terkadang juga bosan terhadap materi-materi pelajaran apalagi materi kehidupan” Tania memtar kedua bola matanya kemudian tanpa sengaja matanya menangkap sebuah drama kisah cinta siaran langsung yang berakhir tragis.
Tania menarik novel bersampul putih yang menutupi wajah Miranda dengan sebelah tangannya.
“Apasih ?”ketenangan Miranda dalam mengkhayati cerita fiksi tersebut terganggu oleh sebuah pertanyaan yang terlintas dari mulut gadis dihadapannya tanpa rasa bersalah.
“mir, itu mereka ngapain?” Miranda mengikuti arah pandang jari telunjuk Tania yang mengarah pada balik punggunggnya.
“paligangan juga tuh cewe ditolak sama raga,udah biasa kali liat pemandangan kaya gitu diperpustakaan” Tania rasanya ingin menertawakan jawaban yang bagaikan anekdot itu .
“wah keren tuh cowok” ungkap Tania ,mata terus menatap kearah dua sejoli itu.
“mana sih rasa gengsi cewek itu? sampe mau aja nembak cowo” Miranada mengedikkan bahunya,mengabaikan pertanyaan Tania .
Sebuah ide terlintas di kepala Tania ,ia mengambil sebuah kertas sticky note yang biasa digunakan Miranda untuk mencatat bab dan halaman dalam novel ataupun  catatan pr yang akan ia temple di handphone nya.
“mir minta sticky note dong ”Miranda yang masih terfokus pada dunia fiksinya tanpa menjawab langsung memberikan tumpukan sticky note itu yang selalu setia berada disaku baju sekolahnya.
Tumpukan sticky note dengan warna yang beragam tersaji dihadapan Tania.

Dear,
Dearest
Hay ganteng
Iya kamu….asik banget ya jadi ganteng .
Ini pertama lainya aku lihat kamu.
Apa ini bisa dibilang cinta pandangan pertama?
Karena aku menyukai saat  pertama kali aku memandang mu.
- si gagak (sang penulis)

Kertas kecil berwarna merah muda dan berbentuk persegi itu ia cabut dari tempat asalnya. Tania sedikit menyunggingkan senyum kala membaca ulang sebuah pesan kecil yang ia buat barusan. Ia sedikit melirik kearah murid laki-laki tadi yang telah pergi dari tempatnya. Meninggalkan sebuah buku novel dengan batas penggaris tergeletak diatas meja bundar di dekat jendela kaca yang selalu tertutup.
“mir, emang cowo tadi selalu datang kesini dan duduk ditempat yang sama ya?” Tanya Tania dan dibalas dengan sebuah anggukan kecil dari kepala Miranda.
Gadis berseragam putih abu-abu itu kni berjalan dengan perlahan kearah meja yang sering digunakan oleh ,urid laki-laki tadi,jika dilihat tempat yang biasa ia gunakan memanglah sangat nyaman dan menyenangkan.
Perpustakaan khusus siswa ini berada dilantai yang paling atas,lantai tiga. Dan ditmpat ini dari balik jendela kita bisa melihat langsung pemandangan sekitar sekolah. Mulai dari pohon-pohon hijau,serta bangunan gedung-gedung tinggi yang berbaris dan berjajar dengan sangat rapi.
Tania segera membuka novel yang tertutup itu ke halaman yang sudah diberi tanda batas  penggaris.lalu menempelkan sticky note itu kehalaman tersebut dan menutup  buku itu kembali seperti sedia kala.
“tatan,ngapain? Balik ke kelas yuk. Bentar lagi masuk?” dengan tersenyum lebar Tania menangguk dan berlari kecil menyusul Miranda yang sudah sedikit lebih jauh darinya.



Chapter 2
cinderella atau snow white

terkadang orang yang kuat itu sedang menyembunyikan sisinya yang sedang lemah”


Suara ketukan dari sepatu skate yang berbenturan dengan lantai keramik putih yang sangat bersahutan menggema dilorong rumh sakit yang sepi.
Langkah besarnya seiring dengan matanya yang menyusuri setiap lorong rumah sakit membaca setiap papan nama yang menempel diatas pintu ruangan.
Flamboyan 1
Langkahnya terhenti didepan pintu kaca dengan tirai hijau sebagai penutupnya. Tangannya terulur untuk mendorong pintu yang tak terkunci itu.
Seorang anak gadis mudah dengan wajah pucatnya sedang bersandar pada kepala ranjang ber-sprai putih dengan kaki yang berselimut hijau serta selang infus dan selang oksigen sebagai penunjang hidupnya.
Gadis lemah ituterlihat sedang sibuk membaca sebuah buku novel karya Tere-liye
“ALICE!” panggilnya lalu berlari kecil sambil memeluk erat bucket mawar merah yang ia beli ditoko bunga dekat rumah sakit.

Alice, gadis itu segera mengalihkan pandangannya pada seorang gadis berseragam putih abu-abu . Dapat dipastikan jika memanggilnya adalah seorang siswi yang masih duduk di bangku menengah atas . Alice Meletakkan novel yang ia baca sedari tadi keatas nakas yang berada di samping ranjangnya.
Gadis itu mengulurkan sebucket mawar tersebut pada alice tak lupa senyum yang merekah di keduanya.
Dengan senang hati Alice menerimanya lalu menghirup dalam aroma khas mawar sambil menikmati ke ikhlasan yang memberinya.
“apa kabar?” Tanyanya
“aku baik tatan, terima kasih untuk bunganya” Tania tersenyum simpul  mendengar jawaban Alice. Alice ,gadis itu berbohong, ia tak baik-baik saja hanya saja ia adalah gadis yang kuat dan pantang menyerah.
“lo kuat banget ya” gumam Tania ,takjub pada alice
“ Karena kekuatan datangnya dari orang yang kita sayangi” alice menggenggam sebentar tangan Tania.
“terkadang orang yang kuat itu sedang menyembunyikan sisinya yang lemah” lanjt alice
“tatan, kebetulan kau ada disini. Aku ingin menitipkan sesuatu padamu” ujarnya dengan suara  yang sedikit serak dan terdengar lemah.
Tania menatap sebuah kotak kecil berwarna hijau yang diberikan oleh alice dengan seksama.
“apa ini?’ Tanya Tania dengan bingung.
“ini hadiah” balasnya
“buat gue?” tanyanya dan langsung dibalas oleh kekehan kecil dari alice.
“Bukan,itu buat my dear” Tania  semakin dibuat bingung oleh jawaban alice.
“Tolong titip ini sebentar ,dan jangan dibuka “ Tania menggangguk paham lalu box kecil itu ia masukkan kedalam tas gendong nya.
“kau bolos lagi?” Tania tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia tak pandai berbohong dalam hal apapun.
“Tolong jangan sampai abangmu tau tentang kado ini” sekali lagi, Tania mengangguk setuju.

_________
Alice Bellia ,ia seorang gadis yang kuat dan cantik. Ketika smp dia dijuluki Cinderella namun sekarang ketika ia sakit ia dijuluki snow white sang putri tidur. Semakin hari tubuhnya semakin lemah, dan ia lebih sering tertidur
_________
FLASHBACK

Aku tersenyum senang ketika tangan ini ikut menyalurkan ide dari kepalaku. Tulisan tangan yang layaknya ceker ayam tak mematahkan semangatku untuk menulis.teman sebayaku alice , ia juga ikut menulis disisiku saling berbagi masukkan dan mencari imajinasi . Bukan cerita remaja yang sedang kasmaran yang kami tulis ,tapi menciptakan sebuah alur dongeng pengantar tidur yang bahagia ,penyihir yang baik hati serta ibu tiri yang penyayang.
Kami masih anak kecil kelas akhir dengan seragam putih merahnya,dan alice ia teman satu angkatanku ,satu sekolahku,teman sekelasku dan juga teman sebangkuku.
Selain menlis kami juga sering bermain dan menari-nari .saudara laki-laki ku yang umurnya hanya berjarak 3 tahun dariku,mengenggam erat jari jemari gadis berparas rupawan itu, Alice. Yang sempat ku buat iri,kadang aku bertanya pada diriku sendiri. Siapakah adiknya yang sebenarnya?
Aslan sangat baik kepada alice bahkan dia menyukainya hingga dia memanggil alice dengan sebutan putrid tengah malam atau Cinderella.
Waktu berjalan 2 tahun kini aku dan alice memakai seragam putih biru tapi berbeda dengan abangku, asalan memakai baju putih abu-abu ,satu tahun lagi aku akan menjadi siswi menengah atas sedangkan aslant akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Aku mulai merasa kehilangan alice saat masa SMP ku karena sakitnya yang tiba-tiba. Ia jatuh pingsan dan dibawa ke uks sampai alice tak sadar-sadar akhirnya alice dibawa ke rumah sakit, aku tak tau sakit yang di derita alice hingga kini ia sangat pucat tergeletak diatas kasur rumah sakit.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤

Jam menunjuk pukul 5 sore,langit jingga keemasan menjadi latar suasana karena matahari sudah hampir lelah dan ingin beristirahat.
Setelah keluar dari rumah sakit, Tania berniat untuk pergi ke toko yang menjual peralatan alat tulis.
Cukup berjalan kaki Karena jarak antara rumah sakit dan toko tidak terlalu jauh.
“ko, beli sticky note warna hitam sama pulpen tinta putih yak ko, masing-masing satu aja . alas an Tania membeli sticky note adalah murid laki-laki diperpustakaan kemarindan ia hanya ingin mengetahui bisakah sikap dinginnya luluh akan surat kecil darinya? Dan entah mengapa ia selalu terbayang akan sosok lelaki itu seolah-olah sedang duduk bersandar sambil membaca buku novel. Tania ingin menulis surat kedua untuk laki-laki itu bahkan untuk seterusnya sampai ia menyerah untuk meluluhkan hatinya. Bukankah ini namanya terlalu mudah untuk mencintai? Dan terlalu awal untuk merasakan cinta?

Tania menepis pikiran itu jauh-jauh sebelum ia berkhayal terlalu tinggi.
Setelah pria itu menyebutkan nominal harga,Tania  dengan segera memberikan beberapa uang .
Tania berdiri dihalte bus trans sambil memantau pergerakan jarum jam yang menempel di pergelangan tangannya,bus trans akhirnya tiba tepat dihadapan Tania.
Kakinya mulai melangkahi jarak anatara halte  dan bus yang hanya sejengkal tangan.
Ia memilih duduk ditepi jendela yang berada di bangku paling belakang.
Sebuah punngung yang sangat ia kenal dari balik kaca jendela sedang berdiri disebuah toko bunga tempat ia membeli bunga tadi.
Tania segera menghadap kearah depan, dan memunggungi orang tersebut. Tania sangat berterima kasih karena kursi ini saling berhadapan.






Chapter 3



Second sight is fate
 ( pandangan kedua adalah takdir )

jika pandangan pertama disebut cinta maka aku boleh menyebut pandangan kedua dengan sebutan takdir. Aku percaya takdir karena, takdir mua’llaq yang masih bisa diusahakan serta memiliki harapan dan takdir mubram yang memang sudah ketentuan bahkan memang sudah semestinya memiliki kepasrahan”

Lagi-lagi sebuah bunyi deringan yang tertangkap oleh indra pendengarannya berhasil menyedot Tania kembali ke dunia nyata. Seolah menjadi portal pembatas antara kembang tidur dan kenyataan’
Tania dengan malas menekan kepala weker doraemonnya yang berdiri dengan kokoh diatas nakas. Tania segera bangkit dari kasurnya ,dan segera merapikan tempat tiudrnya, tidak seperti biasanya ia akan kembalike alam bawah sadarnya.
Setelah siap untuk berangkat sekolah,tinggal mengisi perut untuk memulai hari. Tania menata sebuah punggung yang sangat ia kenal sedang duduk dimeja makan. Punggung yang ia lihat kemarin sore dari balik kaca jendela bus di sebuah toko bunga yang sekarang sedang tertawa ria bersama ibu tercintanya.
“wah bang aslan sudah pulang?” pertanyaan muncul dari mulut Tania . tatan segera berlari kecil menuju meja makan ,duduk disamping aslan dan saling berhadapan dengan bundanya.
Tangannya tergerak untuk mengambil lauk-lauk hidangan dihadapannya. Aroma masakan khas rumahan berhasil menggugah selera dan memang masakan bunda paling enak sedunia.
“lan, kapan pulang?” Tanya Tania tanpa embel-embel abang sambil terus memakan sarapannya tanpa rasa berdosa.
“ tatan biasakan panggil abang” tegur bunda.
Tania hanya mengangguk menurut samba terus melakukan aktivitas makannya. Setelah selesai makan. “Abang anterin tatan sekolah ya” sahut Tania dengan muka memelas
“ogah” balas aslan
“Aslan, anterin adik kamu sana gih” Tania dan aslan memanglah kakak beradik yang bagaikan dua kutub magnet yang saling berlawanan. Namun mereka tidak dapat membantah apa perkataan bundanya.
“iya bun” balas aslan
Tak perlu waktu yang lama untuk terbebas dari padatnya lalu lintas .
Tania turun dari boncengan oleh aslan tepat didepan gerbang sekolah.selama diperjalanan,kakak beradik ini akan mengeluarkan jurus kata-kata mereka.
“wah ada nak aslan”sambut pak satpam sekolah saat aslan membuka kaca helmnya. Tania mendengus sebal. “ pak,ini yang sekolah adiknya,ya sabumbutnya ke tatanlah. Tatan hari ini datangnya pagi loh”
“eh,sorry gue gak punya dik kaya lo.adik lucknut” ucap aslan sedikit ketus
“ abang sate” balas tatan tak mau kalah.

Suara rebut dan bising menjadi latar suasana pagi menjelang siang ini. Siswa dan siswi melakukan banyak kegiatan mereka masing-masing.
Karakter Tania dan Miranda sangat bertolak belakang tapi mereka teman semasa orientasi hingga saat ini.
“beneran abang lo datang tan? Pulang sekolah gue main kerumah lo ya tan?”wajah bonar nan bersinar serta mata yang penuh dengan api semangat terpampang jelas menjadi mimik wajah Miranda.
“deketin dia? Yang ada lo malah tambah sakit hati”
“ gapapa sakit hati gue yang penting bisa ngobatin rindu”
“yaudah ayo ke perpustakaan, sebelum bel masuk” ajak tatan pada Miranda
“wah tumben,kesambet apaan lo? Sampe ngajak ke perpustakaan” ledek Miranda
“setan jadi-jadi an” balas Tania tak lupa dengusan kecilnya;

______

Tania duduk berhadapan langsung dengan pintu masuk dan pintu keluar ruangan fiksi ini.
Sambil menatap bosan Miranda dengan buku yang sama ia baca kemarin. Ia menopang kepalanya dengan kedua tangannya sesekali ia mengucek matanya yang telah memerah menahan kantuk.
Tania memang ahlinya dalam mengarang dan membuat cerita, akan tetapi rasa malaslah yang membuatnya enggan untuk membaca rangkaian kata tersebut.
Sebuah postur tegap yang dilapisi oleh seragam batik dengan celana abu-abu sedang berjalan santai memasuki perpustakaan khusus siswa ini. Kedua tangannya ia masukan kedalam saku celananya, pandangan yang lurus ke depan memberikan kesan dingin.
Tania tak menyangka jika melihat dari arah depan dengan jelas ia akan terlihat semakin menarik, pantas jika banyak yang berbondong-bondong untuk menjadi kekasihnya. Murid yang tidak diketahui namanya itu memang belum bisa dikatakan sangat sempurna namun ia memiliki caranya tersendiri untuk menarik perhatin para kaum hawa.

Ia duduk langsung dan menyandarkan punggungnya pada kursi kayu lalu melipat satu kakinya. Ia mengambil novel tersebut yang berada dihadapannya. Semakin tangan itu ingin membuka lembaran yang telah dibatasi oleh penggaris, debaran jantung Tania semakin menjadi-jadi, rasa kantuk yang sedari tadi kini tergantikan rasa gugup setengah mati.
Bola mata cokelat terang milik lelaki itu bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti alur kalimat dari sebuah kertas kecil yang tertempel di halaman pembatasnya, tangannya terulur untuk mengambil sticky note tersebut dari tempatnya. Sedetik kemudian, tangannya menggenggam erat pesan kecil Tania tersebut sehingga remuk dan menjadi gumpalan kecil.
Tania hanya bisa menghela nafas, baru surat pertama tak akan bisa meluluhkan hatinya. Meskipun, Tania tak yakin namun ia akan mencobanya. Tania mengambil tumpukan stiky note berwarna hitam bersama puplen tinta putih disaku rok abu-abu Tania.

Dear,
My Dearest

Hay hati
Wah kebetulan tadi kita ketemu lagi.
Sepertinya pertemuan yang kedua bisa kita sebut takdir, iya kan? Hehehe

___  Si Gagak ( sang penulis )

Coretan tangan bertinta putih yang sangat terlihat kontras dengan warna hitam sticky note tersebut. Tania akan menunggu murid laki-laki yang tak dikenal itu untuk pergi dari sana lalu menempelkan surat baru dilembaran kertas halaman yang baru.



*********











Jumat, 01 Maret 2019

Esai

Menjaga Kebersihan untuk Keindahan Lingkungan SMA Negeri 1 Cilimus 

            Sekolah sebagai lembaga untuk mendidik siswa memiliki peran penting dalam pembentukan sikap siswa terhadap lingkungan hidup. SMA Negeri 1 Cilimus sebagai sekolah  adiwiyata mandiri harus bertanggung jawab dalam upaya perlindungan lingkungan hidup. Dengan demikian, perlu adanya tata kelola sekolah yang baik guna menciptakan lingkungan sekolah yang indah dan kondusif. Ada banyak hal yang dapat dilakukan guna menciptakan lingkungan sekolah yang indah dan kondusif.
            Pertama, pembuatan taman sekolah. Taman sekolah berguna untuk menghindari terjadinya banjir.  Berbagai macam tanaman hias lainnya dapat di tanam di taman sekolah ini sehingga dapat memperindah tampilan sekolah. Warna-warni bunga dapat menarik perhatian seluruh warga sekolah untuk selalu merawat taman. Pembuatan taman sekolah dapat dilaksanakan dengan menggerakkan komponen guru dan karyawan sekolah.
            Kedua, pembuatan taman toga. Toga adalah tanaman obat keluarga. Toga berfungsi untuk memenuhi keperluan alam bagi kehidupan, termasuk keperluan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan secara tradisional (obat). Kenyataanya, masyarakat lebih memilih minum obat dari pada memanfaatkan tanaman toga. Padahal obat dari dokter atau apotek memiliki efek samping bagi tubuh. Sebenernya sekolah ini memiliki tanaman obat hanya saja perawatan dan tempat yang kurang maksimal dan memadai.
            Cara berikutnya yaitu dengan pembuatan green house. Green house merupakan tempat atau bangunan untuk membudidayakan tanaman. Bangunan green house berupa dinding kaca dengan atap plastik agar tanaman di dalamnya dapat menyerap sinar matahari. Green house memiliki fungsi menghindari terpaan hujan yang dapat merusak tanaman, mengurangi intensitas cahaya yang masuk sehingga daun tidak terbakar saat terik. Dengan adanya green house ini tanaman yang ada di sekolah dapat tumbuh dengan subur.
            Pembuatan hidrokultur atau tanaman hirdoponik juga dapat memperindah lingkungan sekolah. Teknik hidroponik berguna untuk mengurangi pemanfaatan lahan sekolah. Tanaman hidroponik dapat berupa berbagai macam bunga atau sayuran. Siswa dapat mempraktikkan materi pembelajaran seperti bioteknologi ke dalam teknik ini. Tanaman hidroponik ini dapat diletakkan di setiap ruang kelas sehingga setiap kelas terlihat hijau dan indah.
    Kebersihan kelaspun teramat sangat penting hal yang harus dilakukan ialah kebersihan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, selain itu siswa juga bisa memungut sampah yang berserakan dan membuangnya pada tempat sampah yang telah tersedia agar tidak ada sampah yang berserakan di lingkungan sekolah. Serta, siswa diharapkan tidak mencorat-coret tembok dan bangku yang merupakan sarana pembelajaran, dengan begitu, bangku dan tembok akan tetap terlihat bersih tanpa adanya coretan-coretan yang dibuat oleh siswa dan siswi. Siswa dan siswi juga diharapkan menyediakan alat alat kebersihan, seperti sapu, kemoceng, dan lain-lain. karena apabila memasuki musim hujan dan di suatu kelas itu tidak tersedia alas kaki maka biasanya kelas itu akan menjadi kotor. kini telah diberlakukan setiap kelas terdapat plastik besar yang berguna untuk membuang bekas botol atau kertas.
     Kesadaran seluruh warga sekolah akan lingkungan sangat diperlukan. Menjaga lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab guru, karyawan, maupun siswa. Menjaga lingkungan sekolah dapat menciptakan sekolah yang kondusif sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik.

Minggu, 24 Februari 2019

Artikel

Bahaya Kecanduan Sosial Media



    Pada zaman sekarang, teknologi internet tak bisa lagi dapat dipisahkan dari rutinitas sehari-hari masyarakat. Layanan tersebut dapat memudahkan seseorang untuk mengakses informasi apapun, begitu praktis dan cepat. Internet membawa dampak positif dan dampak negatif dalam kehidupan seseorang.
  Seiring perkembangan internet, berbagai sosial media lahir. Jejaring sosial ini hadir memenuhi kebutuhan masyarakat untuk saling berinteraksi di dunia maya. Kamu bisa bercakap-cakap atau chatting dengan orang  jauh di negara lain hanya lewat aplikasi sosmed. Dengan sosmed, kamu juga dapat menemukan teman lama, memiliki teman baru, bergabung di sebuah komunitas baru, upload foto dan video, berbagi cerita, sampai jualan. Sosmed akan memberikan kamu pengalaman seru. Semua ini jelas menyenangkan, terutama bagi kamu yang senang berinteraksi dengan banyak orang.
   Sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik, begitupun dengan sosmed. Saking asyiknya, bermain sosmed bisa menimbulkan kecanduan. Kalau sudah candu, banyak menimbulkan hal-hal negatif, seperti jadi malas belajar, tidak mau makan, bekerja jadi tidak konsen, dan sebagainya.


Efek Buruk Kecanduan Sosmed

  Tergila-gila atau kerajingan sosmed akan berdampak negatif yang akan menghambat aktivitas.

Beberapa efek negatif yang bisa terjadi akibat kecanduan sosmed, yakni:

1. Gangguan Tidur Akut

Mengakses sosmed saat sedang santai merupakan hal lazim. Tapi buat orang yang sudah kecanduan, setiap waktu tak pernah luput dari gadget untuk melihat akun-akun sosmednya. Mungkin 24 jam waktunya habis untuk main sosmed, dan akhirnya mengganggu jam tidur.

2. Rasa Lelah Berlebihan

Kurangnya jam tidur atau bahkan tidur yang tidak berkualitas jelas-jelas bisa mengganggu kesehatan. Efek lainnya, tingkat konsentrasi jadi rendah dan menimbulkan rasa lelah yang berlebihan, tubuh tidak fit, dan kerap mengantuk saat menjalani rutinitas harian

3. Tingkat Stres Lebih Tinggi dan Emosi Tidak Stabil

Saat seseorang kurang tidur dan jam tidur jadi tidak teratur, maka orang tersebut bisa saja dengan mudah mengalami stres. apakah berpengaruh ke aktivitas? Tentu saja iya. Produktivitas jadi terganggu, kondisi ini bisa saja diperparah oleh tekanan kerja atau aktivitas yang cukup tinggi, bahkan masalah pribadi lainnya yang cukup berat. Akhirnya menimbulkan tingkat emosi yang tidak stabil dan cenderung berubah-ubah.

4. Gangguan Mata

Terlalu lama dan sering mengakses sosmed bisa memberikan efek buruk pada indera penglihatan atau mata. terlebih jika dilakukan sambil tiduran  maka akan membuat mata cepat lelah, dan timbul penyakit yang bisa merusak mata.

5. Jadi Cuek Terhadap Lingkungan dan Orang Sekitar

kecanduan sosmed dapat memperburuk sikap seseorang pada lingkungan sekitarnya, bahkan pada orang-orang terdekat, seperti keluarga dan teman-teman. Seolah-olah dunia milik seorang diri, sehingga orang yang sudah nyandu sosmed sikapnya cenderung cuek dengan sekitar.

6. Depresi dan Cemas yang Berlebihan

Lewat sosmed, seseorang akan menunjukkan sisi kehidupan mereka. Sedang sedih, senang, atau sedang melakukan apa saat itu, semua diumbar. Ekspresi seperti ini bisa menjadi hal positif dan negatif yang berubah menjadi tekanan. Berbagai kondisi bisa saja menimbulkan depresi, cemas, serta rasa gelisah yang berlebihan


Solusi Tepat Mengatasi Kecanduan Sosmed

1. Punya Tekad Kuat untuk Berubah

Punya tekad kuat untuk berubah dan memperbaiki diri, termasuk tujuan yang jelas dalam proses perubahan ini. Ini akan menjadi modal utama dalam mengatasi gangguan kecanduan sosmed, sehingga proses tersebut menjadi lebih mudah dan tetap terarah.

2. Batasi Waktu Online

Maka mulai sekarang buka sosmed saat waktu senggang atau saat aktivitas pentingmu telah selesai. Kamu juga bisa menyibukkan diri dengan melakukan berbagai rutinitas harian, sehingga tangan ‘tidak gatal’ lagi untuk online terus.

3. Luangkan Waktu dengan Orang Terdekat

Luangkan waktu lebih banyak dengan keluarga, saudara, atau dengan sahabat-sahabat terkasih pergi ke bioskop, makan di luar, berkomunikasi dan hal lainnya. Hal ini akan terasa menyenangkan dan mengalihkan perhatian dari sosmed secara perlahan.

Berubah Secara Perlahan dan Dengan Cara yang Tepat

Menghilangkan sebuah kecanduan tentu bukan hal mudah, termasuk kecanduan sosmed sekalipun. Agar proses perubahan ini tidak terasa berat dan sulit diterapkan, lakukan perubahan secara perlahan dengan memilih cara-cara yang tepat serta lakukan dengan teratur dan jadikan semua hal itu menjadi kebiasaan. Hal ini akan membawa banyak perubahan yang lebih positif, hingga akhirnya bisa memiliki kontrol diri yang baik untuk membatasi akses sosmed.

Kamis, 21 Februari 2019

Surat Lamaran Pekerjaan

                                                                                                               Yogyakarta, 20 Oktober  2023

Hal       : Lamaran Pekerjaan

Yth. Direktur PT Jasa Rahayu
Jalan Malioboro
Yogyakarta

Dengan Hormat,
     
     Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari surat kabar Kompas, hari senin tanggal 16 oktober  2023, Perusahaan Bapak/Ibu membuka lowongan pekerjaan untuk staf keuangan, melalui surat lamaran ini saya ingin mengajukan diri untuk melamar kerja diperusahaan Bapak/ibu pimpin. Dengan ini saya,

nama                              : Intan Indriyati Rahayu
tempat, tanggal lahir  : Kuningan, 20 Oktober 2000
jenis kelamin                : Perempuan
agama                             : Islam
pendidikan terakhir    : S-1 Akuntansi
alamat                             : Desa caracas, rt/rw 13/04, dusun pon A, kecamatan cilimus,kabupaten kuningan
nomor hp                       : 08967800987

             Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan :
1. fotocopy ijazah terakhir lengkap dengan transkip nilai;
2. daftar riwayat hidup;
3. fotocopy KTP;
4. pasfoto ukuran 3x4;
5. SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian);
6. surat keterangan kesehatan;

          Demikian surat lamaran kerja ini dibuat, besar harapan saya untuk bisa bergabung dengan perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Atas perhatian serta kerjasama Bapak/Ibu pimpinan saya ucapkan terimakasih.




 
                                                                                                                              Hormat saya,


                                                                                                                      Intan Indriyati Rahayu

Rabu, 20 Februari 2019

Teks Editorial


Teks Editorial



           Mudik Macet Menjelang Lebaran

        Lebaran di Indonesia selalu diwarnai dengan kemacetan di berbagai wilayah khususnya pulau Jawa. Meski pemerintah telah menyediakan berbagai jenis alat transportasi tambahan, akan tetapi banyak pemudik yang tetap memilih menggunakan kendaraan pribadi karena dengan begitu mereka merasa lebih nyaman,aman,dan selamat tidak seperti ketika menggunakan kendaraan umum yang keamanan nya belum pasti terjaga dan bisa bersilaturahmi ke kerabatnya dengan mudah tanpa harus memikirkan kendaraan lagi.
  Namun, resiko macet yang dihadapi juga tidak bisa disepelekan. Tak hanya itu, kecelakaan di jalan juga menjadi resiko yang mengerikan bagi para pengemudi apalagi jika pemudik menggunakan kendaraan roda dua.

     Lebaran semestinya menjadi momen yang membahagiakan karena umat muslim tak hanya dapat berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarganya, namun juga sebagai media untuk mempererat tali kasih sayang dan persaudaraan. Sayangnya lebaran juga seringkali diliputi dengan suasana duka dengan kasus meninggal karena kecelakaan di jalan.
      Angka kematian karena kecelakaan pada tahun 2017 bisa dibilang menurun berdasarkan data yang dihimpu oleh Polri dari angka 1.261 jiwa (tahun 2016) menjadi 743 jiwa (tahun 2017). Bisa dibilang ini menjadi salah satu prestasi dari upaya pemerintah dan Polri untuk menekan angka kematian akibat kecelakaan sata mudik.
     Tetapi jika disikapi kembali, apakah setiap tahun harus selalu ada korban? Bagaimanapun juga angka 743 jiwa yang meninggal bukanlah hal yang sepele. Lantas apa upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk semakin meminimalisir angka kematian akibat kecelakaan di jalan raya?
     Jika ditinjau kembali, banyak masyarakat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik. Tentu selain karena mereka ingin bisa bepergian ke rumah kerabatnya tanpa harus bingung dengan kendaraan, sarana transportasi yang disediakan oleh pemerintah tetap tidak memadai. Kita bisa melihat penumpang yang berjubel di setiap kendaraan umum dan tentunya bepergian dengan kondisi semacam itu sangatlah tidak nyaman dan sama-sama beresiko. Apa boleh buat, masyarakat tak punya pilihan lain.
     Mudik saat lebaran bisa jadi adalah kewajiban dan kebutuhan yang harus dilakukan oleh sebagian besar warga muslim (dan bahkan yang non muslim). Sebetulnya budaya mudik ini merupakan budaya turun temurun yang telah ada bahkan pada masa kolonial belanda. Namun demikian, di masa lalu lebaran tidak identik dengan kemacetan karena selain masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan umum, kendaraan pribadi memang tak banyak dimiliki oleh masyarakat karena harganya mahal dan cara membelinyapun susah.
      Lalu bagaimana dengan mudik pada tahun-tahun berikutnya ketika jumlah masyarakat dan jumlah kendaraan sudah semakin bertambah? Akankah jalan raya bisa muat untuk dilalui semua jumlah kendaraan yang ada?  Rekayasa lalu lintas, pembagian arus, dan penambahan armada harus ditingkatkan oleh pemerintah guna menekan jumlah angkan kematian akibat kecelakaan pada saat arus mudik lebaran.
     Bagaimanapun juga, masyarakat harus dikondisikan untuk memilih kendaraan umum sebagai alat transportasi mudik. Tentu hal tersebut harus pula diimbangi dengan kualitas pelayanan, misalnya semua penumpang bisa duduk, jalur bus dibuat khusus agar dapat sampai tepat waktu tanpa terganggu kendaraan lain, dan lain.

      Sangat disayangkan apabila lebaran diwarnai dengan duka akibat kematian karena kecelakaan saat mudik. Masyarakatpun harus menyadari hal ini dan sudah semestinya untuk ikut memikirkan solusi minimal untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing saat mudik dengan cara disiplin berkendara, mematuhi aturan dan melaksanakan himbauan pemerintah dan Polri seperti misalnya beristirahat ketika sudah lelah.

Senin, 18 Februari 2019

Cerpen



  Hallo, teman-teman apa kabar? semoga baik-baik saja terutama untuk hati yang sedang dilanda kegelisahan, entah karena cinta atau untuk masa depan.

Selamat membaca:)



                              Rain dan Raina


                                                    
            Tak datang diharapkan, datang tak diindahkan. Itulah hujan, tapi bagiku hujan adalah suatu anugerah tuhan, dia selalu datang meski telah jatuh berkali-kali. perkenalkan namaku raina tapi aku lebih senang dipanggil rain dan  karena ibuku juga yang memberikan nama panggilan itu, sebab dia menginginkan diriku menjadi wanita tegar dan selalu mendatangkan kebahagiaan kepada siapapun meski kedatangnya tak selalu dihargai. 
   Derasnya hujan membasahi sebagian alam, membuat suasana dipagi hari menjadi semakin segar, udaranya pun sangat dingin sehingga membuatku malas untuk beranjak dari tempat tidur. 
"rain cepat bangun, kau harus segera bersiap siap untuk pergi sekolah "
" baiklah bu" akupun segera beranjak untuk segera bersiap-siap pergi sekolah,  selesai itu aku segera turun menghampiri ibu
"wah wanginya masakan ibu, hari ini ibu masak apa untuk sarapanku? " dengan penuh kegembiraan pada raut wajahnya
" ibu hanya masak masakan kesukaanmu saja, " sambil tersenyum kepada rain
" wah, pokoknya masakan ibu paling enak sedunia menurutku" tersenyum manis kepada ibu,  selesai sarapan akupun segera berangkat menuju sekolah, karena cuaca dan keadaan saat itu hujan, aku diantar ayahku dengan mobil. Aku begitu amat senang mempunyai keluarga kecil yang begitu menyayangiku. 
 Sesampainya di sekolah 
"baiklah anak anak kalian akan mempunyai teman baru, perkenalkan dirimu "ibu ika wali kelas kami tiba tiba membawa seorang murid lelaki dengan tubuh yang tinggi dan berkulit putih, dia pun memperkenalkan dirinya
" hai teman-teman namaku alex, aku pindahan dari bandung,  salam kenal" dengan raut wajah yang tampak sangat datar tanpa ekspresi sedikitpun.  Alex si murid baru, dia berpindah dari kota ke desa karena harus ada sesuatu hal. 
 "baiklah alex kau boleh duduk samping raina" sahut ibu guru
alex berjalan menuju kursi dimana ia akan duduk bersama raina teman barunya itu.
" hai perkenalkan namaku raina (dengan wajah tersemyum sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman) "
" senang berkenalan denganmu raina, namaku alex" gumam alex
" ada apa denganmu? Apa kamu baik baik saja? Sepertinya kau nampak sedih, apakah kamu tidak senang berpindah kesini? " tanya raina kepada alex
Akan tetapi hal itu tidak dihiraukan alex, ia hanya melirik sejenak setelah itu dia segera memalingkan kembali wajahnya, pikir raina alex si murid baru akan nampak sombong karena ia pindahan dari kota. 
Ketika bel pulangpun berdering, seluruh siswa-siswi dengan girang segera beranjak pulang
"oh iya alex rumahmu dimana "
" rumahku dekat koperasi desa"
"wah kebetulan, rumahku juga dekat situ,  kita bisa pulang bareng kalau begitu"
"oh iya bisa saja" sahut alex
Ketika perjalanan pulang alex hanya diam membisu dia tak mengeluarkan kata sedikit pun, wajahnya pun begitu sedih, aku semakin tak sabar dengan sikap acuh  tak acuhnya. 
"oh iya apa sudah lama kamu berpindah kesini? Ngomong-ngomong apa kamu suka baca buku? "Tanyaku
" BERISIK! apa kamu bisa diam? " lontaran kata yang alex berikan kepada raina karena merasa risih dengan segala pertanyaan yang tak penting menurut alex, " lebih baik kamu pergi pulang duluan saja aku ingin sendiri"  kata kata itu seolah mengisyaratkan raina untuk meninggalkan alex. 
"baiklah, aku hanya ingin lebih dekat denganmu saja, tapi seharusnya kau tak perlu berkata kasar padaku seperti itu, kedua orangtuaku saja bahkan tidak pernah berkata seperti itu padaku, akupun segera melangkahkan kaki lebih cepat darinya dan meninggalkannya, sebenarnya rasa kesal tampak terlihat dari raut wajah raina.
  
     Sesampainya dirumah aku menceritakan kejadian itu kepada ibu dan ayah, anehnya kedua orangtuaku malah mentertawaiku
"kenapa ibu dan ayah tertawa? Aku sedang kesal, tapi ibu dan ayah malah mentertawaiku, apakah ini lelucon? "pikirku aneh apa yang sebenarnya membuat ibu dan ayah tertawa seperti itu
" lagian kamu jadi cewek terlalu banyak nanya, mungkin dia ilfiel sama kamu, seharusnya teman baru kamu ajak sharing saja terlebih dahulu bukanya banyak tanya seperti wartawan saja" sahut ibu sambil tertawa

"bagaimana aku akan mengajaknya sharing, menjawab pertanyaanku saja seperti nya dia enggan, sungguh menyebalkan murid baru yang satu itu"
"tak baik bersikap seperti itu, baiknya kamu meminta maaf kepada alex teman barumu itu" sahut ibu menasehatiku
Keesokan harinya saat disekolah aku berniat meminta maaf kepada alex atas apa yang telah dibuatnya kemarin kepadanya mungkin hal itu mengganggu dirinya, tetapi hari ini alex tidak masuk sekolah dan tidak memberi surat keterangan, hal ini membuat raina heran. 
      Sudah seminggu alex tidak masuk sekolah. Hari ini aku berencana pergi ketoko buku untuk mencari sebuah novel, untuk ku jadikan kado untuk temanku, selesai mencari buku dan aku akan membayarnya seketika didepanku berdiri seorang lelaki bertubuh tinggi dan berkulit putih, saat pria tersebut membalikkan wajahnya
"alex? Mataku melebar dan mulutku menganga karena terkejut 
"kamu ko bisa disini? Kamu senang membaca buku ya? 
"iya"
Aku tak bisa menahan senyumku. Selama ini dia tidak pernah menjawab pertanyaanku, meskipun sangat singkat, aku senang setidaknya dia menjawab pertanyaanku
"kamu sendirian kesini? "
" iya begitu seperti yang kau lihat"
Setelah membayarnya, mereka berdua segera pergi keluar 
"ada apa denganmu alex? Kau sudah seminggu ini tak masuk sekolah dan tak memberi kabar, apa kamu sakit? 
Alex hanya tersenyum manis kali ini kepada rain, rain yang menyadari hal itu begitu aneh. 

      Keesokan harinya saat pulang sekolah, hujan begitu deras, raina yang menyukai hujan dia pulang tanpa menghiraukan hujan yang begitu lebat, saat diperjalanan dia melihat alex yang sedang berteduh dibawah pohon. Rianapun menghampiri alex
"hai alex, kau sedang berteduh ya?  Sapaku saat berada disamping alex. Alex hanya menoleh sebentar, aku menatap langit yang sedang menurunkan bulir bulir bening. 
"aku suka sekali hujan" aku tau meski kau tak akan menjawab pertanyaanku, pasti kamu mendengar ucapanku. 
"kamu tau kenapa aku suka suka hujan? Aku melirik kepada alex
"karena saat hujan aku dilahirkan, karena saat hujan makhluk dibumi mendapatkan kebahagiaan, dan saat hujan.... 
"AKU BENCI HUJAN! bantah alex saat raina mengutarakan tentang hal yang disukai ketika hujan datang 
"hah! Kenapa? 
"aku benci saja"
"tak boleh seperti itu hujan membawa kebahagian bagi setiap orang, dan setelah hujan berhenti masalah dan penderitaan akan hilang,dan  setelah hujan akan muncul pelangi yang begitu indah"
"sebaiknya kamu gak boleh membenci hujan"
"jangan sok tau, kamu jangan berlagak tau segalanya kamu gak tau apa artinya penderitaan, kamu hanya anak beruntung yang tak tau apa apa" sahut alex
"aku tak mengerti apa yang dia katakan "sahut riana
" saat hujan orang tuaku bertengkar, saat hujan aku kabur, saat hujan pula kedua orangtuaku kecelakan, saat hujan pula.....  Seketika alex memejamkan matanya yang berlinang air mata dan menahan nafas
"aku paham sekarang"
"sudahlah kamu tidak akan mengerti perasaanku," seketika itu alex berlari pergi meninggalkanku saat aku dalam keadaan lamunanku
Saat aku tersadar, aku melihat sebuah mobil dengan laju kecang menuju kearah alex. 
akupun segara berlari dan mendorong lelaki itu "ALEX" teriaku
Saat itu hujan semakin deras, cairan merah mengalir bercampur dengan derasnya air hujan, orang orang disekitar jalan datang menghampiri memberi pertolongan. 
"RAIN,  aku tersadar seketika aku menyipitkan mataku, seluruh tubuh yang kurasa begitu sangat sakit, penglihatan ku semakin kabur, saat kulihat alex sedang menggenggam tanganku. 
"Alex"sahutku
"kenapa kamu harus menolongku? Mengapa kamu tak membiarkan aku saja" ucapnya 
"sudah kubilang hujan tidak membawa kebahagiaan! Suaranya dengan nada tinggi. 
"saat hujan aku dilahirkan, saat hujan semua makhluk dibumi mendapatkan kebahagiaan, saat hujan aku bisa bertemu denganmu, saat hujan aku bisa menyelamatkanmu,  jadi kamu gak boleh membenci hujan, jika kamu membenci hujan berarti dirimu membenci aku, karena aku adalah rain,  dalam artian aku adalah hujan" ucapku dengan nada terengap-engap
Pandangan mataku sudah mulai menggelap, hal terakhir yang kedenger adalah
"baiklah aku takakan membenci hujan lagi, tapi satu hal kamu harus tetap bertahan rain"
"maaf, tapi aku tak akan bertemu denganmu lagi alex, selamat tinggal" dan rianapun memejamkan kedua matanya.